alexametrics
30 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Tiga Guru LP Maarif Lolos PPPK

JOMBANG – Protes LP Maarif NU Pusat kepada Kemendikbudristek mengenai kebijakan penempatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tidak terlalu berpengaruh di Jombang. Hanya tiga guru dibawah naungan LP Maarif NU Jombang yang lolos PPPK. ”Efeknya tidak terlalu terasa di Jombang,” kata Nur Khojin, ketua LP Maarif NU Jombang, kemarin.

Total, ada lima guru yang mendaftar PPPK 2021. Tiga diantaranya diterima. Praktis, mereka berpindah tugas ke sekolah negeri. Hal ini merugikan sekolah asal karena kehilangan guru yang berkualitas.

Guru yang lolos PPPK otomatis memiliki kompetensi unggul, dan keberadaannya di lembaga sekolah swasta dibutuhkan.

Nur Khojin mengatakan, meski hanya tiga guru yang lepas, ia tetap berupaya untuk mendorong negosiasi perubahan kebijakan PPPK. Agar PPPK bisa ditempatkan di sekolah asal.

Baca Juga :  AKBP Nurhidayat Nahkodai Polres Jombang

Nur Khojin menegaskan, pembinaan terhadap guru-guru akan tetap dilakukan, sembari melakukan lobi sesuai dengan arahan dari LP Maarif provinsi dan pusat. ”Lobi-lobi akan kami lakukan agar penugasan tetap di lembaga asal,” jelasnya.

Nur Khojin mengatakan, akhir Januari akan ada pertemuan di provinsi bersama BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta). Seperti LP Maarif NU, Muhammadiyah, PGRI, Taman Siswa dan Wijana atau Katolik. Salah satu masalah hangat yang akan dibahas yaitu kebijakan PPPK untuk memenuhi kebutuhan guru di lembaga pendidikan negeri.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan Kepegawaian Dinas P dan K Jombang, Karyono, menyatakan, semua PPPK ditempatkan di sekolah negeri. Sesuai formasi yang mereka pilih kala mendaftar.

Baca Juga :  Tunggu Langkah Pemkab Jombang, Kursi Kades Bandung Masih Kosong

Selama pendaftaran, guru sudah mengetahui tentang jatah di sekolah mana, jumlahnya berapa dan mata pelajaran yang diisi apa. Sehingga mereka mengisi sesuai dengan kebutuhan yang sudah dicantumkan.

Guru dari sekolah swasta yang ikut seleksi PPPK juga harus mengetahui konsekuensi itu. Mereka pasti akan ditugaskan di sekolah negeri. Karena PPPK diadakan untuk menutupi kekurangan guru yang ada di sekolah negeri.

- Advertisement -

JOMBANG – Protes LP Maarif NU Pusat kepada Kemendikbudristek mengenai kebijakan penempatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tidak terlalu berpengaruh di Jombang. Hanya tiga guru dibawah naungan LP Maarif NU Jombang yang lolos PPPK. ”Efeknya tidak terlalu terasa di Jombang,” kata Nur Khojin, ketua LP Maarif NU Jombang, kemarin.

Total, ada lima guru yang mendaftar PPPK 2021. Tiga diantaranya diterima. Praktis, mereka berpindah tugas ke sekolah negeri. Hal ini merugikan sekolah asal karena kehilangan guru yang berkualitas.

Guru yang lolos PPPK otomatis memiliki kompetensi unggul, dan keberadaannya di lembaga sekolah swasta dibutuhkan.

Nur Khojin mengatakan, meski hanya tiga guru yang lepas, ia tetap berupaya untuk mendorong negosiasi perubahan kebijakan PPPK. Agar PPPK bisa ditempatkan di sekolah asal.

Baca Juga :  Ramadan, Pembelajaran Tatap Muka Sekolah di Jombang Dikurangi

Nur Khojin menegaskan, pembinaan terhadap guru-guru akan tetap dilakukan, sembari melakukan lobi sesuai dengan arahan dari LP Maarif provinsi dan pusat. ”Lobi-lobi akan kami lakukan agar penugasan tetap di lembaga asal,” jelasnya.

Nur Khojin mengatakan, akhir Januari akan ada pertemuan di provinsi bersama BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta). Seperti LP Maarif NU, Muhammadiyah, PGRI, Taman Siswa dan Wijana atau Katolik. Salah satu masalah hangat yang akan dibahas yaitu kebijakan PPPK untuk memenuhi kebutuhan guru di lembaga pendidikan negeri.

- Advertisement -

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan Kepegawaian Dinas P dan K Jombang, Karyono, menyatakan, semua PPPK ditempatkan di sekolah negeri. Sesuai formasi yang mereka pilih kala mendaftar.

Baca Juga :  Senang dengan Tantangan

Selama pendaftaran, guru sudah mengetahui tentang jatah di sekolah mana, jumlahnya berapa dan mata pelajaran yang diisi apa. Sehingga mereka mengisi sesuai dengan kebutuhan yang sudah dicantumkan.

Guru dari sekolah swasta yang ikut seleksi PPPK juga harus mengetahui konsekuensi itu. Mereka pasti akan ditugaskan di sekolah negeri. Karena PPPK diadakan untuk menutupi kekurangan guru yang ada di sekolah negeri.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/