Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Terkait Penolakan Penggusuran Jembatan Tak Dilibatkan Sosialisasi

16 Oktober 2021, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Terkait Penolakan Penggusuran Jembatan Tak Dilibatkan Sosialisasi

MINTA GANTI RUGI: Jembatan yang dibangun warga ini akan dibongkar.

Share this      

JOMBANG – Dinas PU Bina Marga Jawa Timur ternyata tidak dilibatkan dalam sosialisasi. Menyusul pembongkaran jembatan depan rumah yang ditolak sejumlah warga. Sebab,  jembatan itu sebelumnya tidak masuk dalam area pembebasan lahan. 

”Ya, dulu hanya sampai samping Pom mini. Kalau tidak salah sampai rumah Bu Jumaidah,” kata Syafrudin yang sebelumnya menjabat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan lahan dari Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, kepada koran ini, kemarin (15/10).

Lantaran tak masuk dalam area pembebasan lahan itulah pihaknya tidak mengundang sejumlah warga yang notabene rumahnya ada jembatan, saat sosialisasi. ”Jadi batasnya dulu hanya sampai situ. Makanya, ketika sosialisasi mereka ya tidak diundang. Karena nggak masuk gambar,” imbuhnya.

Baca juga: Guru SMP di Jombang Kian Berkurang

Dalam perjalanannya, ketika pekerjaan proyek berjalan, lokasi pelebaran jalan melebar. Hingga akhirnya berdampak pada jembatan yang dibangun warga. Rencananya, jembatan itu bakal ikut dibongkar. Sangat wajar kalau kemudian warga menolak lantaran memang sejak awal tidak dilibatkan.

”Batasnya dulu sampai itu saja. Kami akhirnya konfirmasi ke pelaksana proyek, dulu pembebasan lahan sesuai gambar yang ada,” sambung Syafruddin. Melihat lokasi jembatan depan rumah yang tidak masuk gambar, maka tidak ada ganti rugi yang diberikan. ”Kalau sekarang mereka minta ganti rugi, uangnya dari siapa,” cetusnya.

Dijelaskan, untuk pembebasan lahan keperluan proyek jembatan baru Ploso, sudah ada tim appraisal. Mereka yang akan menilai bangunan dan lahan yang dibebaskan. ”Jadi tidak menyebut per-item, apakah jembatan atau rumah. Karena yang disebut waktu itu tanah dan di atasnya bangunan. Jadi satu kesatuan,” pungkas dia.

(jo/fid/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia