Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Sepanjang Tahun Warga Dua Dusun di Jombang Rasakan Air Asin

Tak Bisa Dikonsumsi Meski Dibor Hingga 100 M

16 Oktober 2021, 09: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Sepanjang Tahun Warga Dua Dusun di Jombang Rasakan Air Asin

TAK BISA DIKONSUMSI: Air di Dusun Karangturi, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo terasa asin.

Share this      

Air di Dusun Karangturi, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang sebenarnya sama seperti pada umumnya. Jernih dan tidak bau. Namun, saat dicoba, rasanya asin mirip air laut. Seperti apa?

ANGGI FRIDIANTO, Bandarkedungmulyo

TERIK matahari begitu menyengat saat kaki menginjak di Dusun Karangturi, Desa Karangdagangan, siang kemarin (15/10). Meski tak sedang kekeringan, banyak warga yang berduyun-duyun ke sumur pinggir desa untuk mengambil air. Silih berganti, satu warga dan warga lainnya mengambil air dengan galon.

Baca juga: Tikus Sasar Tanaman Jagung Petani Tugusumberejo Jombang

”Ini untuk minum dan masak karena air di rumah asin,’’ ujar Atem, 50 salah satu warga kepada Jawa Pos Radar Jombang. Merasa penasaran, wartawan koran inipun mencoba seteguk air dari kran. Ternyata betul. Air berasa asin dan hambar begitu masuk mulut. ”Ya memang asin. Kalau untuk kebutuhan minum dan masak kami mengambil dari sumur,’’ tambahnya sembari tersenyum.

Atem pernah mencoba memasak menggunakan air yang ada di rumahnya. Bukan terasa enak, semua masakan terasa kebanyakan garam. Rasanya asin hingga membuat lidah menciut. ”Akhirnya kami masak lagi pakai air dari sumur. Karena rasanya tidak karuan,’’ bebernya. Untuk mengatasi air asin di dusunnya, Atem bersama warga yang lain pernah mencoba melakukan pengeboran hingga 100 meter. Namun hasilnya zonk.

 ”Rata rata di sini ngebor 25 meter. Tapi saya pernah 100 meter, sekitar tahun 95-an. Tetap saja asin. Akhirnya saya tutup,’’ jelas bapak satu anak ini.

Dari empat dusun di Desa Karangdagangan, sebenarnya ada dua dusun yang kondisinya sama. Yakni Dusun Karangasem dan Karangturi. Di Dusun Karangasem, ada sekitar 30 rumah yang mengaku rasa air sumurnya asin. Sedangkan, di Dusun Karangturi sekitar 120 rumah. ”Paling banyak di sini (Dusun Karangturi, Red), tapi kita sudah terbiasa jadi mau mengeluh juga ke siapa,’’ papar dia.

Atem mengakui, sejak dulu air di dusunnya memang terasa asin. Tidak ada yang mengetahui penyebabnya. Meski asin, Atem mengaku semua warga baik-baik saja. Tidak ada yang mengeluh gatal-gatal atau semacamnya. ”Dari zaman mbah saya juga rasanya asin,’’ paparnya lagi.

Ia menyebut, Dinas Perumahan dan Permukiman Jombang pernah memberikan program Pamsimas tahun lalu. Pengeboran pernah dilakukan hingga 100 meter. ”Namun sampai sekarang banyak warga kurang puas karena rasanya tetap asin,’’ terangnya dia.

Ditemui terpisah, Kudori Kasun Karangturi mengatakan jika air asin di dusunnya memang terjadi sejak dulu. ”Sejak sebelum saya lahir, memang kondisi airnya sudah asin,’’ papar dia. Karena rasanya asin, warga tidak menggunakan untuk kebutuhan konsumsi. ”Ya kalau untuk masak warga mengambil air sumur,’’ terangnya.

Bahkan, saat musim kemarau seperti ini, hasil air pompa di rumahnya berwarna putih. Sehingga tak bisa digunakan untuk mencuci pakaian. Ia menyampaikan, sedikitnya ada 163 kepala keluarga (KK) dengan 125 sambungan rumah yang terdampak air asin. Setiap pagi dan sore, warga berduyun-duyun antre mengambil air di sumur.

“Selain dusun sini (Kedungturi, Red), sebanyak 50 KK warga Dusun Karangasem juga merasakan dampak yang sama,’’ pungkas Kudori.

(jo/ang/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia