Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Warga Ngrimbi Jombang Mulai Kesulitan Air

15 Oktober 2021, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Warga Ngrimbi Jombang Mulai Kesulitan Air

KURANG AIR BERSIH: Warga menaruh tumpukan bak di halaman rumah untuk diisi air bersih.

Share this      

JOMBANG – Kemarau panjang membuat warga Dusun Wonorejo, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang terdampak kekeringan. Sejak empat bulan terakhir, warga semakin kesulitan mendapat air bersih setelah sumber mata air macet.  

”Sumber mata air di sini (Ngrimbi, Red) sudah tidak keluar lagi,’’ ujar Ponirah, 40, salah seorang warga kemarin. Ia bersama warga yang lain ikut berduyun-duyun mendatangi dropping air bersih yang dilakukan petugas BPBD Jombang, kemarin (14/10). Tumpukan bak dan tong kosong kemudian diisi petugas dengan air bersih.

Selama empat bulan ini, ia dan warga lainnya menggunakan air sungai keruh serta mengambil dari dusun sebelah untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. ”Ya, sebelum ada drop air bersih, kita menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari. Tapi kalau masak, ya ambil di Ngrimbi sana,’’ tambahnya.

Baca juga: SMKN 2 Jombang Sinkronisasi Kurikulum dengan Institusi Pasangan

Warga Ngrimbi Jombang Mulai Kesulitan Air

Ia menceritakan, tak jarang warga harus naik ke Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam untuk mengambil air bersih. Padahal, jaraknya cukup jauh hingga dua kilometer lebih dengan alur jalan yang menanjak. Hal itu tetap dilakukan warga agar bisa memasak dan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. “Jaraknya 2 kilometer lebih kalau ke Wonokerto,’’ tambahnya lagi.

Kini, warga sudah bisa menikmati air bersih meski jumlahnya sangat terbatas. Setiap dua hari sekali, mereka harus antre mendapat air bersih yang disuplai pemerintah. ”Harapan kami disini salur air segera diperbaiki agar setiap tahun tidak terjadi kekeringan seperti ini,’’ harap Ponirah.

Diwawancara terpisah, Samsul Hadi Kepala Desa Ngrimbi membenarkan warganya di Dusun Wonorejo, Desa Ngrimbi terdampak kekeringan. Bahkan, kekeringan dirasakan warga sejak empat bulan lalu sampai sekarang. ”Yang terdampak kekeringan itu kurang lebih ada 48 rumah dan 130 kepala keluarga (KK),’’ ujar dia.

Dia bersyukur setelah berkomunikasi dengan BPBD Jombang, akhirnya kebutuhan air bersih warga mulai terpenuhi.  Dropping air dilakukan setiap dua hari sekali sehingga warga harus bergantian antre. Pihaknya menyebut, kondisi sumber mata air di Dusun Wonorejo memang cukup sulit. Upaya pengeboran yang dilakukan tahun lalu hasilnya sekarang masih belum maksimal.

”Ya, bahkan tidak berfungsi lagi. Sehingga warga minta tahun ini dilakukan pengeboran lagi,’’ jelas dia. Menurutnya, dampak kekurangan air bersih juga membuat warga mulai merasakan gatal-gatal. Hal ini dipicu penggunaan air sungai untuk mandi dan keperluan sehari-hari. ”Sehingga banyak bakteri yang menempel di badan dan muncul gatal-gatal,’’ pungkas Samsul.

(jo/ang/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia