Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Terdampak Pelebaran Jalan, Warga Tolak Pembongkaran Jembatan

Terkait Proyek Jembatan Baru Ploso

15 Oktober 2021, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Terdampak Pelebaran Jalan, Warga Tolak Pembongkaran Jembatan

TERDAMPAK: Jembatan depan rumah ini akan digusur untuk perluasan jembatan baru Ploso.

Share this      

JOMBANG – Sejumlah warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang menolak pembongkaran jembatan di depan rumah mereka. Selain tak ada sosialisasi, hingga kini tidak ada kepastian kompensasi jembatan yang akan dibongkar tersebut.

“Kami hanya minta keadilan dan perlakuan yang sama dengan tetangga yang lain, sebelum ada ganti rugi layak, kami akan bertahan,” terang M Rahmad, 39, salah seorang warga.

Rahmad sendiri, adalah satu dari enam warga yang terdampak perluasan jalan di atas saluran sekunder Jatimlerek Desa Rejoagung. Sejauh ini, ia merasa tak pernah dilibatkan sejak awal rencana pembebasan lahan. Namun tiba-tiba mendapat kabar jembatan depan rumahnya harus dibongkar.

Baca juga: Bekali Guru dengan Kemampuan IT, Belajar Daring Lebih Efektif

“Sejak dulu tidak ada omongan kalau jembatan depan rumah terdampak, waktu ada sosialisasi dulu juga tidak pernah dibilangi,” lanjutnya. Namun, tiga minggu lalu, beberapa petugas proyek tiba-tiba melakukan pengukuran di depan rumah. Petugas itu menyampaikan akan membongkar jembatan di depan rumahnya.

Alasannya, saluran yang akan dipakai untuk perluasan jalan, bertambah panjang hingga ke depan kantor PU Pengairan Ploso. “Ternyata tidak jembatan saya saja, ada dua jembatan lain dan satu warung milik tetangga sebelah yang mau dibongkar,” ungkapnya.

Kontan saja, ia bersama sejumlah warga lain menolak rencana pembongkaran itu. Terlebih, pihak pelaksana menyebut tak akan ada ganti rugi maupun kompensasi untuk jembatan yang akan dibongkar. “Katanya bangunan ini di atas saluran milik pemerintah, tapi tetangga sebelah sampai ke pertigaan sana dapat kompensasi ganti rugi lahan, kenapa saya tidak?” tambah dia.

Hal serupa diungkapkan Dwi Puji Lestari, 35,  pemilik warung yang berada di sebelah rumah Rahmad. Ia juga mengaku kaget saat diminta membongkar galvalum dan warungnya yang dibangun menjorok ke sungai. “Ya saya tidak mau karena tidak ada pemberitahuan sejak dulu, tidak ada ganti ruginya lagi,” sebutnya.

Menurut dia, sudah ada pertemuan antara warga, pelaksana proyek, pemdes juga PU pengairan propinsi selaku pemilik wewenang saluran. Pertemuan itu digelar Selasa (12/10) lalu di Balai Desa Rejoagung. Hasilnya, pihak PU pengairan tetap tidak memberi ganti rugi kepada mereka. “Katanya uang ganti rugi sudah tidak ada, karena itu anggaran 2020. Kalau begitu kenapa kok tidak sejak dulu?” keluhnya.

Dalam pertemuan itu ia menyebut sempat ada kesepakatan rencana pemberian uang kerahiman untuk pembongkaran meski tak disebut rinci angkanya. Namun, setelah tahu nilai uang kerahiman hanya Rp 750 ribu, warga kembali menolak rencana pembongkaran tersebut. “Kalau cuma segitu ya tidak bisa buat apa-apa, kita maunya kalau dapat ganti rugi ya dapat semua, kalau tidak ya tidak semua,” tegas dia.  

Sementara itu, Sugeng Kades Rejoagung, tak menampik adanya persoalan jembatan milik warga yang turut terdampak proyek jembatan baru Ploso. Pertemuan sudah dilakukan dan ada rencana pemberian uang kerohiman yang akan diberikan. ”Jadi sudah klir, kemarin sudah ada rapat,” katanya Kamis kemarin (14/10).

Rencana pembongkaran jembatan itu sempat menuai protes warga. Karena sebelumnya tidak masuk area yang akan dibebaskan. ”Jembatan itu ada di lahan pengairan. Nggak masuk ganti rugi. Merasa keberatan karena yang membangun dulu orang tuanya,” imbuh dia.

Protes warga itu kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan di balai desa setempat. ”Keputusannya akan dikasih uang kerohiman. Semua dapat dan setuju. Berapa, ini saya yang tidak tahu,” sambung Sugeng.

Meski demikian, jembatan di atas pengairan tidak langsung dibongkar. Sampai saat ini pihak pelaksana proyek belum menyentuh pekerjaan di area itu.  Jembatan masih dibiarkan seperti sedia kala. ”Jadi belum dibongkarkarena langsung dirapatkan. Soalnya pembangunan ini (jembatan baru Ploso, Red) kan nasional,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia