Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Pemkab Jombang Kantongi Tiga Opsi Lahan

Terkait Pengadaan Lahan

15 Oktober 2021, 09: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pemkab Jombang Kantongi Tiga Opsi Lahan

SKALA PRIORITAS: Pedagang yang berjualan di Jalur T ini masuk skala prioritas pembangunan pasar baru.

Share this      

JOMBANG – Pembangunan lokasi pasar baru hingga sekarang belum ditentukan. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang hanya menyebut tiga opsi pilihan lahan yang akan dipertimbangkan. 

“Sampai hari ini rencana pasar baru, masih melakukan FS,  butuh waktu 45-60 hari untuk survei,” terang Hari Oetomo Kepala Disdagrin Kabupaten Jombang. Menurutnya, ada beberapa kriteria lahan yang akan dibeli Pemkab Jombang untuk relokasi pasar baru. Di antaranya, lokasinya tidak jauh dari lokasi pasar lama.

“Jadi kalau nanti yang dipindah, Jl Seroja dan Jl KH Mimbar ya lokasi yang dekat dengan situ,” lanjutnya. Selain itu, lokasi yang akan dipilih harus memiliki akses yang mudah dijangkau. Termasuk lebih mudah dalam kajian perkembangan kota ke depan. Luasan lahan juga cukup luas. “Luasnya dengan anggaran, kebutuhan pasar lima hektare, itu kebutuhan lapangan,” lontar Hari.

Baca juga: Pengembang Tower Minta Satpol PP Jombang Kembalikan Material

Dengan kriteria itu, ia menyebut sudah ada tiga calon lahan yang dilirik Pemkab Jombang. Masing-masing berada di Desa Denanyar, Desa Plosogeneng dan Desa Sambongdukuh.  “Tapi memang belum ditentukan. Yang jelas luasan oke, teknis masuk ya kita eksekusi,” terangnya.

Jika tanah itu milik warga, maka prosesnya nanti bagaimana dia akan mengikuti. “Begitu juga jika itu tanah desa, maka proses tukar guling juga akan dilakukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Mundjidah Wahab merespons sorotan terkait pengadaan lahan relokasi pedagang Pasar Legi Jombang. Pengadaan lahan yang dialokasikan sebesar Rp 20 miliar itu diprioritaskan untuk pedagang pasar tumpah baik di Jalan Seroja maupun Jalan KH Mimbar.

“Ya kan sudah ditetapkan, ya harus dilaksanakan,” ucapnya kepada sejumlah awak media, usai mengikuti sidang paripurna di gedung DPRD Jombang, kemarin (27/9). Pihaknya tetap melanjutkan pembelian lahan itu karena anggaran sudah disetujui dan P-APBD sudah di-dok.

Mundjidah menyebut, pertimbangan pemkab untuk mengadakan pembelian lahan itu memang bertujuan untuk relokasi pedagang kecil. Terutama pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan, di belakang Pasar Citra Niaga Jombang. “Kan bisa dilihat kalau pagi di Jl KH Mimbar itu seperti apa, kasihan (pedagang,Red) kepanasan dan kehujanan,” lanjutnya.

Meski tak menyebut jumlah pedagang secara pasti, menurutnya ada ratusan pedagang bahkan ribuan orang yang selama ini berjualan di Jl KH Mimbar dan Jl Seroja. Rencananya, seluruh pedagang tersebut bakal direlokasi ke tempat yang baru. “Prioritas yang di berjualan di sepanjang jalan T (Jl KH Mimbar dan Jl Seroja) itu,” ungkap dia.

Kendati demikian, Mundjidah mengaku belum dapat laporan detil terkait lahan mana yang akan dibeli. Termasuk bagaimana teknis pembangunan pasar relokasi nanti. Hal itu akan menjadi kewenangan OPD terkaiti. “Saya minta dekat dengan pasar lama, jangan jauh-jauh. Soal pembangunannya ya nanti lihat kondisi,” pungkasnya.

(jo/fid/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia