alexametrics
31.1 C
Jombang
Wednesday, May 25, 2022

Studi Kelayakan Situs Ditarget Bisa Mulai Tahun Ini

JOMBANG – Rencana Dinas P dan K Jombang melakukan studi kelayakan terhadap sejumlah situs yang masuk daftar ekskavasi terus dimatangkan. Saat ini, masih berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur.

Iswahyudi Hidayat Pamong Budaya Ahli Muda Dinas P dan K Jombang, menyampaikan ada sejumlah situs yang masuk daftar rencana studi kelayakan. Di antaranya Situs Pandansili di Desa Ngampungan, Yoni Gambar di Desa Japanan Mojowarno, Situs Kedaton di Desa Bulurejo Diwek, Goa Made di Kecamatan Ngusikan, dan Situs Grobogan di Mojowarno. ”Semuanya akan kita lakukan studi kelayakan. Setelah itu baru ditentukan mana yang akan diekskavasi,’’ tambahnya.

Disinggung total anggaran kegiatan studi kelayakan tersebut, ia menyebut secara keseluruhan Rp 194 juta. Jumlah anggaran itu merupakan sisa anggaran Rp 324 juta yang disiapkan dari APBD 2022. ”Anggaran tersebut nanti kita gunakan untuk pelaksanakan ekskavasi sejumlah situs tahun ini,’’ tambahnya lagi.

Baca Juga :  Dinas P dan K Peringati Nuzulul Quran dengan Santunan Yatim

Menurut dia, studi kelayakan sama halnya dengan kegiatan pra ekskavasi. BPCB Jatim dan Dinas P dan K Jombang akan melakukan sampling dan kajian guna menentukan situs tersebut, apakah layak atau tidak dilakukan ekskavasi. Tentunya dengan memperhatikan aspek lain.

”Misalnya Goa Made di Ngusikan, kalau dari sisi historis sudah layak, namun dari sisi perizinan tidak disetujui Perhutani tentu kita tunda. Selain itu, untuk menentukan potensi benda cagar budaya yang ada di situs tersebut,’’ jelasnya.

Iswahyudi menarget, bulan ini studi kelayakan dapat dimulai. Sehingga waktunya tidak mepet dengan perubahan anggaran keuangan. ”Insya allah minggu depan ada keputusan, kemudian kita action,’’ pungkas dia.






Reporter: Anggi Fridianto
- Advertisement -

JOMBANG – Rencana Dinas P dan K Jombang melakukan studi kelayakan terhadap sejumlah situs yang masuk daftar ekskavasi terus dimatangkan. Saat ini, masih berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur.

Iswahyudi Hidayat Pamong Budaya Ahli Muda Dinas P dan K Jombang, menyampaikan ada sejumlah situs yang masuk daftar rencana studi kelayakan. Di antaranya Situs Pandansili di Desa Ngampungan, Yoni Gambar di Desa Japanan Mojowarno, Situs Kedaton di Desa Bulurejo Diwek, Goa Made di Kecamatan Ngusikan, dan Situs Grobogan di Mojowarno. ”Semuanya akan kita lakukan studi kelayakan. Setelah itu baru ditentukan mana yang akan diekskavasi,’’ tambahnya.

Disinggung total anggaran kegiatan studi kelayakan tersebut, ia menyebut secara keseluruhan Rp 194 juta. Jumlah anggaran itu merupakan sisa anggaran Rp 324 juta yang disiapkan dari APBD 2022. ”Anggaran tersebut nanti kita gunakan untuk pelaksanakan ekskavasi sejumlah situs tahun ini,’’ tambahnya lagi.

Baca Juga :  Diduga Situs Purbakala, Belasan Batu Terbengkalai di Sungai Desa Betek

Menurut dia, studi kelayakan sama halnya dengan kegiatan pra ekskavasi. BPCB Jatim dan Dinas P dan K Jombang akan melakukan sampling dan kajian guna menentukan situs tersebut, apakah layak atau tidak dilakukan ekskavasi. Tentunya dengan memperhatikan aspek lain.

”Misalnya Goa Made di Ngusikan, kalau dari sisi historis sudah layak, namun dari sisi perizinan tidak disetujui Perhutani tentu kita tunda. Selain itu, untuk menentukan potensi benda cagar budaya yang ada di situs tersebut,’’ jelasnya.

Iswahyudi menarget, bulan ini studi kelayakan dapat dimulai. Sehingga waktunya tidak mepet dengan perubahan anggaran keuangan. ”Insya allah minggu depan ada keputusan, kemudian kita action,’’ pungkas dia.






Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/