alexametrics
22.7 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Puluhan Warga Podoroto Keracunan Usai Santap Nasi Kotak Yasinan

JOMBANG – Puluhan warga Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, mengalami keracunan masal sejak Kamis (12/5). Keracunan dirasakan mereka setelah mereka menyantap nasi kotak yang mereka dapat dari acara yasinan di kampung.

Hingga Sabtu kemarin (14/5), beberapa orang masih tergolek lemas di ruang kamar inap Puskesmas Kesamben. Rata-rata, mereka diberi cairan infus di tangan. Beberapa orang terlihat sudah mulai bisa duduk, namun banyak juga yang masih lemas tertidur di kasur.

Salah satu korban Julia Ermawati, 27, menyampaikan keracunan bermula saat acara yasinan digelar di RT 14/RW 3 Dusun Garu, Desa Podoroto, Rabu (11/5) malam. Yasinan itu, digelar di rumah Eka Pujiastuti. “Kegiatannya habis maghrib, ibu saya yang ikut, waktu pulang bawa dua nasi dalam sterofoam,” ucapnya.

Setiba di rumah, nasi itu kemudian ia makan bersama adik dan neneknya. Ia mengaku tak ada yang aneh dari berkat yang dibawa ibunya. Kemudian ia mencicipi sedikit telur yang dibumbu bali. “Tidak ada rasa aneh juga, tapi terus Kamis subuh itu perut tiba-tiba sakit, diare dan muntah,” lanjutnya.

Baca Juga :  Keracunan di Podoroto, Pasien di Puskesmas Pulang, Lima Orang Bertahan di RS

Kondisi serupa, juga dialami adik dan neneknya yang ikut makan nasi kotak. Tak hanya mereka, kejadian sama juga  menimpa puluhan warga lain di sekitarnya. “Jadi ada sekitar 40 orang yang ikut yasinan, mulai RT 14 sampai RT 17, semua yang makan, ya kena,” sambung Sulistiyowati, 50, ibu Julia Ermawati.

Hingga kemarin, ia menyebut ada sembilan orang dari dusunnya yang sedang menjalani perawatan akibat keracunan di Puskesmas Kesamben. Bahkan ada yang harus dirujuk ke rumah sakit lain karena kondisinya lebih buruk. “Sudah tiga hari ini 9 orang di sini, 3 di RS Mojokerto, yang rawat jalan di kampung juga masih banyak,” tambahnya.

Hal ini dibenarkan Haryo Purwono Kabid P2P Dinas Kesehatan Jombang, saat dikonfirmasi Sabtu kemarin (14/5). Berdasar data yang diterimanya, lebih dari 40 orang mengalami keracunan setelah menikmati nasi kotak. “Ada sekitar 35 orang rawat jalan, 9 orang rawat inap. Termasuk di RS Sakinah Mojokerto 2 orang dan RS Basuni Mojokerto 1 orang,” ucap dia.

Baca Juga :  Student Journalism: Wujud Barokah

Pihaknya memastikan, seluruh korban mengalami keracunan. Hal itu terindikasi dari gejala yang muncul yakni mual, muntah hingga diare. “Kita masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya, namun kalau melihat indikasi memang keracunan,” imbuhnya.

Haryo menyebut, seluruh pasien yang dirawat hingga kini dalam kondisi membaik dan stabil. Berbeda saat datang kali pertama, rata-rata mereka mengalami dehidrasi. “Sekarang karena sudah ada penanganan, sudah mulai membaik,” pungkas dia.

- Advertisement -

JOMBANG – Puluhan warga Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, mengalami keracunan masal sejak Kamis (12/5). Keracunan dirasakan mereka setelah mereka menyantap nasi kotak yang mereka dapat dari acara yasinan di kampung.

Hingga Sabtu kemarin (14/5), beberapa orang masih tergolek lemas di ruang kamar inap Puskesmas Kesamben. Rata-rata, mereka diberi cairan infus di tangan. Beberapa orang terlihat sudah mulai bisa duduk, namun banyak juga yang masih lemas tertidur di kasur.

Salah satu korban Julia Ermawati, 27, menyampaikan keracunan bermula saat acara yasinan digelar di RT 14/RW 3 Dusun Garu, Desa Podoroto, Rabu (11/5) malam. Yasinan itu, digelar di rumah Eka Pujiastuti. “Kegiatannya habis maghrib, ibu saya yang ikut, waktu pulang bawa dua nasi dalam sterofoam,” ucapnya.

Setiba di rumah, nasi itu kemudian ia makan bersama adik dan neneknya. Ia mengaku tak ada yang aneh dari berkat yang dibawa ibunya. Kemudian ia mencicipi sedikit telur yang dibumbu bali. “Tidak ada rasa aneh juga, tapi terus Kamis subuh itu perut tiba-tiba sakit, diare dan muntah,” lanjutnya.

Baca Juga :  3.720 GTT Dapat BPJS Ketenagakerjaan, Iurannya Dicover APBD

Kondisi serupa, juga dialami adik dan neneknya yang ikut makan nasi kotak. Tak hanya mereka, kejadian sama juga  menimpa puluhan warga lain di sekitarnya. “Jadi ada sekitar 40 orang yang ikut yasinan, mulai RT 14 sampai RT 17, semua yang makan, ya kena,” sambung Sulistiyowati, 50, ibu Julia Ermawati.

Hingga kemarin, ia menyebut ada sembilan orang dari dusunnya yang sedang menjalani perawatan akibat keracunan di Puskesmas Kesamben. Bahkan ada yang harus dirujuk ke rumah sakit lain karena kondisinya lebih buruk. “Sudah tiga hari ini 9 orang di sini, 3 di RS Mojokerto, yang rawat jalan di kampung juga masih banyak,” tambahnya.

- Advertisement -

Hal ini dibenarkan Haryo Purwono Kabid P2P Dinas Kesehatan Jombang, saat dikonfirmasi Sabtu kemarin (14/5). Berdasar data yang diterimanya, lebih dari 40 orang mengalami keracunan setelah menikmati nasi kotak. “Ada sekitar 35 orang rawat jalan, 9 orang rawat inap. Termasuk di RS Sakinah Mojokerto 2 orang dan RS Basuni Mojokerto 1 orang,” ucap dia.

Baca Juga :  Penempatan PPPK di Sekolah Negeri Jombang

Pihaknya memastikan, seluruh korban mengalami keracunan. Hal itu terindikasi dari gejala yang muncul yakni mual, muntah hingga diare. “Kita masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya, namun kalau melihat indikasi memang keracunan,” imbuhnya.

Haryo menyebut, seluruh pasien yang dirawat hingga kini dalam kondisi membaik dan stabil. Berbeda saat datang kali pertama, rata-rata mereka mengalami dehidrasi. “Sekarang karena sudah ada penanganan, sudah mulai membaik,” pungkas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/