alexametrics
26.4 C
Jombang
Wednesday, May 25, 2022

Pernikahan Dini di Jombang Tinggi, Mayoritas Dipicu Hamil Sebelum Nikah

 

JOMBANG — Jumlah pernikahan dini di Jombang masih tinggi setiap tahun. Data yang dihimpun, sepanjang 2021 lalu, ada 518 pasangan yang melangsungkan pernikahan dini dengan berbagai latar belakang persoalan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang, dr Pudji umbaran membenarkan hal ini. Menurutnya, angka pernikahan dini atau di bawah usia 20 tahun masih cukup tinggi. ”Ya, memang jumlahnya relatif masih tinggi, ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (14/5).

Selama tiga tahun ke belakang, lanjutnya, tren angka pernikahan dini ada peningkatan. Mulai 2019 mencapai 746 pasangan. Masuk era pandemi jumlahnya meningkat mencapai 886 pasangan. Kemudian 2021 menurun menjadi 516 pasangan. ”Kalau tahun ini masih dilakukan pendataan dan kami terus berupaya menekan angka pernikahan dini tersebut, tambah dia.

Baca Juga :  Kenang Jadi Wisudawan Terbaik

Mantan Direktur RSUD Jombang ini memaparkan, ada beberapa faktor terjadinya pernikahan dini. Selain kesadaran masyarakat tentang aturan usia pernikahan yang disarankan pemerintah sangat minim. Tak sedikit yang terjadi kehamilan sebelum pernikahan. Sehingga, mau tak mau orang tua menikahkan anak mereka. ”Sebetulnya hal tersebut tidak bagus, karena dampaknya bisa saja diakhiri pengguguran, terjadi perceraian karena mereka belum siap secara mental dan finansial, maupun terjadinya kekerasan pada anak, paparnya.

Dari 21 kecamatan di Jombang, ia menyebut kasus pernikahan dini hampir merata. Namun paling banyak ditemukan di Kecamatan Jombang. ”Karena di kecamatan ini paling banyak penduduknya jelas dia. Berbagai upaya juga telah dilakukan untuk menekan peningkatan untuk mencegah angka ini. Misalnya, program sekolah keluarga yang diadakan DPPKB-PPPA.

Baca Juga :  Sapi Sakit di Tembelang Akhirnya Mati, Dipastikan Positif PMK

“Melalui program ini kita beri pembekalan kepada kader desa untuk menjadi trainer guna mengedukasi masyarakat. Salah satunya, mencegah terjadinya pernikahan dini serta memberdayakan perempuan, pungkas Pudji.

- Advertisement -

 

JOMBANG — Jumlah pernikahan dini di Jombang masih tinggi setiap tahun. Data yang dihimpun, sepanjang 2021 lalu, ada 518 pasangan yang melangsungkan pernikahan dini dengan berbagai latar belakang persoalan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang, dr Pudji umbaran membenarkan hal ini. Menurutnya, angka pernikahan dini atau di bawah usia 20 tahun masih cukup tinggi. ”Ya, memang jumlahnya relatif masih tinggi, ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (14/5).

Selama tiga tahun ke belakang, lanjutnya, tren angka pernikahan dini ada peningkatan. Mulai 2019 mencapai 746 pasangan. Masuk era pandemi jumlahnya meningkat mencapai 886 pasangan. Kemudian 2021 menurun menjadi 516 pasangan. ”Kalau tahun ini masih dilakukan pendataan dan kami terus berupaya menekan angka pernikahan dini tersebut, tambah dia.

Baca Juga :  Median Cor Porak Poranda, Bahayakan Pengguna Jalan

Mantan Direktur RSUD Jombang ini memaparkan, ada beberapa faktor terjadinya pernikahan dini. Selain kesadaran masyarakat tentang aturan usia pernikahan yang disarankan pemerintah sangat minim. Tak sedikit yang terjadi kehamilan sebelum pernikahan. Sehingga, mau tak mau orang tua menikahkan anak mereka. ”Sebetulnya hal tersebut tidak bagus, karena dampaknya bisa saja diakhiri pengguguran, terjadi perceraian karena mereka belum siap secara mental dan finansial, maupun terjadinya kekerasan pada anak, paparnya.

Dari 21 kecamatan di Jombang, ia menyebut kasus pernikahan dini hampir merata. Namun paling banyak ditemukan di Kecamatan Jombang. ”Karena di kecamatan ini paling banyak penduduknya jelas dia. Berbagai upaya juga telah dilakukan untuk menekan peningkatan untuk mencegah angka ini. Misalnya, program sekolah keluarga yang diadakan DPPKB-PPPA.

Baca Juga :  Tak Tersentuh Perbaikan, Jalan Berlubang Dikeluhkan Warga di Jombang
- Advertisement -

“Melalui program ini kita beri pembekalan kepada kader desa untuk menjadi trainer guna mengedukasi masyarakat. Salah satunya, mencegah terjadinya pernikahan dini serta memberdayakan perempuan, pungkas Pudji.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/