Senin, 17 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Hampir Seminggu Terendam Air, Tanaman Padi di Jombang Terancam Mati

15 Januari 2022, 09: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Hampir Seminggu Terendam Air, Tanaman Padi di Jombang Terancam Mati

Share this      

JOMBANG – Tanaman padi di Kecamatan Kesamben terendam air sejak lima hari terakhir. Ini setelah hujan turun sangat deras hingga menggenangi puluhan hektare sawah. Akibatnya, petani merasa khawatir tanaman padi menjadi mati.

Di Dusun, Karandegan, Desa Kedungmlati misalnya, hingga Jumat kemarin (14/1), air masih menggenangi puluhan hektare sawah yang sudah ditanami padi. Termasuk sawahnya sendiri. ”Sudah mau satu minggu ini banjir,” kata Supi’i salah seorang petani setempat.

Kondisi itu membuat dia hanya bisa melihat sawahnya yang berubah jadi lautan karena dipenuhi air dari dekat atau seberang jalan. ”Punya saya tanaman padi baru berusia 15 hari, lainnya rata-rata di atas 15 hari,” imbuh dia.

Baca juga: Datangi Dua Tempat, Tim Kejaksaan Gagal Temukan Masykur

Karena air cukup tinggi, untuk sementara Supi’i tidak memaksa turun ke sawah. ”Ini cuma lihat, saya kira sudah surut. Ternyata masih banjir,” sambungnya.

Hampir setiap tahun, lanjut dia, area persawahan di sekitarnya selalu langganan tergenang. Air yang menggenangi berasal dari luapan saluran pembuang. ”Ini airnya dari kali sebelah utara banjir. Akhirnya lari ke sawah, sementara di sini nggak ngatasi. Sudah bek air,” sambung lelaki usia 64 tahun ini.

Hal ini sempat membuatnya ketar-ketir karena hampir seminggu air tak kunjung surut. Hitungannya, bila hingga seminggu ke depan kondisinya masih sama, tanaman yang masih berusia muda ditaksir bakal mati. ”Mudah-mudahan bisa cepat surut biar nggak mati semua,” tutur Supi’i.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindaklanjut yang dilakukan dinas terkait. Dia hanya bisa pasrah. ”Nggak tahu nanti bagaimana, pokoknya nunggu surut dulu. Mudah-mudahan masih bisa diselamatkan,” ujar dia.

Kondisi serupa terpantau di Dusun Ngemplak, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben. Baik sisi kiri dan kanan jalan sawah juga terendam air. Saking luasnya, batas masing-masing sawah tak terlihat lagi.  ”Ini juga hampir satu minggu kebanjiran,” tutur Rohmad salah seorang petani.

Dia menyampaikan, sebagian besar sawah itu sudah ditanami padi. Namun usia padi masih sangat muda, belum sampai 20 hari. Kondisi paling parah terjadi Kamis (13/1) lalu. Saking tingginya, sebagian jalan juga ikut tergenang. ”Kemarin (Kamis, Red) malah jalan sudah ikut kebanjiran. Jadi seperti lautan,” sambungnya.

Begitu juga pemandangan sama terlihat di Dusun Sapon, Desa Jombatan,  juga masih tergenang air. Hampir semua area persawahan yang juga ditanami padi, dipenuhi air. Batas petak sawah atau galengan bahkan tak terlihat lagi.

(jo/fid/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia