Selasa, 25 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Datangi Dua Tempat, Tim Kejaksaan Gagal Temukan Masykur

Terpidana Kasus KUPS yang Rugikan Negara

15 Januari 2022, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Datangi Dua Tempat, Tim Kejaksaan Gagal Temukan Masykur

Share this      

JOMBANG – Selain melakukan penelusuran aset harga benda Masykur Affandi, terpidana kasus korupsi kredit usaha peternakan sapi (KUPS) pada Bank Jatim Cabang Jombang, tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang juga terus melacak keberadaan mantan ketua koperasi Bidara Tani, Bareng. Tujuannya mempercepat eksekusi badan.

”Sampai hari ini, tim eksekutor Kejari Jombang masih belum berhasil untuk mengamankan Masykur Affandi. Beberapa kali kita datangi ke tempat tinggalnya, namun yang bersangkutan tidak ada,” terang Kasipidsus Kejari Jombang Acep Subhan Saepudin melalui Kasiintelijen Andhy Sebangun, Jumat (14/1) kemarin.

Andhy menerangkan, pada Jumat (14/1) siang kemarin, tim eksekutor kejaksaan kembali mendatangi dua tempat yang diduga menjadi tempat tinggal Masykur. Masing-masing sebuah gudang yang beralamat di  Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Sayang upaya pencarian tim belum berhasil. ”Kita hanya ditemui penjaga gudang, disampaikan pak Masykur tidak ada di tempat. Kita titipkan surat panggilan untuk terpidana Masykur agar hadir ke kejaksaan,” terangnya.

Baca juga: Polisi Ringkus Tiga Residivis Kasus Narkoba di Jombang

Tak berhenti di situ, sekitar pukul 10.00, tim bergerak menuju wilayah Kecamatan Bareng yang ditengarai ditinggali Masykur. Lagi-lagi upaya tim tak membuahkan hasil. ”Di lokasi kedua kita juga belum berhasil menemukan. Dari penyampain pegawai di sana pak Masykur tidak ada di tempat. Kita juga titipkan surat panggilan, juga tanda tangan berita acara,” bebernya.

Meski belum berhasil, Kejari Jombang akan terus melakukan pemantauan dan pencarian terhadap Masykur guna melakukan eksekusi badan. ”Kita berharap yang bersangkutan kooperatif, dan hadir memenuhi panggilan,” singkat Andhy. Disinggung terkait kemungkinan kejaksaan akan menerbitkan status daftar pencarian orang (DPO) kepada Masykur Affandi, Andhy menyebut, ada tahapan yang harus dilalui sebelum pihaknya menerbitkan status DPO. ”Untuk penerbitan DPO ada tahapannya. Melalui mekanisme, pencarian dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang terus melaksanakan putusan Mahkamah Agung terkait Masykur Affandi, terkait kasus penyimpangan kredit usaha peternakan sapi (KUPS) pada Bank Jatim Cabang Jombang yang merugikan keuangan negara hingga Rp 44 miliar terpidana. Selain fokus pengembalian kerugian negara, korps Adhyaksa juga tengah berusaha mempercepat eksekusi badan.

”Kita sebelumnya datangi ke Bareng, tapi yang bersangkutan tidak ada,” terang Kasipidsus Kejari Jombang Acep Subhan Saepudin, kemarin. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari keberadaan Masykur. ”Kita juga melakukan pemetaan tempat- tempat tinggalnya,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, usai mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 1,4 miliar hasil lelang ratusan ekor sapi ke kas negara, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang bersiap melelang barang bukti lain terkait proses eksekusi Masykur Affandi, terpidana kasus korupsi kredit usaha pembibitan/peternakan sapi (KUPS) Bank Jatim Cabang Jombang 2010/2011.

"Penyetoran uang  Rp 1,4 miliar sekian ke kas negara yang sebelumnya kita lakukan merupakan bagian pembayaran uang pengganti dari total besaran uang pengganti yang harus dikembalikan terdakwa sebesar Rp 44.483.666.385,15. Jadi masih ada kekurangan sekitar Rp 43 miliar yang harus dibayarkan, " tegas Kasipidsus Kejari Jombang Acep Subhan Saepudin melalui Kasiintelijen Andhy Sebangun.

Untuk menggenapi sisa uang pengganti yang belum terbayar, lanjut Andhy, Kejari Jombang akan melaksanakan pelelangan terhadap harta bergerak maupun harta tidak bergerak sesuai keputusan Mahkamah Agung. Beberapa barang bukti lain yang sudah di sita di antaranya, sejumlah bidang tanah berikut sertifikat serta beberapa unit kendaraan bermotor. "Selanjutnya barang bukti itu akan dilelang. Kita juga sudah koordinasi dengan BPN, Bank Jatim terkait tahapan-tahapan yang kita lakukan sambil menunggu eksekusi badan juga akan segera kita jalankan, " bebernya.

Sebelumnya, upaya kasasi yang dilakukan Masykur Affandi, terdakwa kasus penyimpangan program kredit usaha pembibitan/peternakan sapi (KUPS) Bank Jatim Cabang Jombang 2010 gagal. Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi terdakwa. Putusan Mahkamah Agung RI memperbaiki putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

Untuk diketahui, pada 8 Juni 2016, Masykur Affandi terdakwa kasus penyimpangan program kredit usaha pembibitan/peternakan sapi (KUPS) di Bank Jatim Cabang Jombang 2010 divonis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pidana penjara 12 tahun dan pidana denda Rp 500.000.000 subsidair 1 tahun kurungan.

Selain itu, hakim juga menjatuhkan pidana tambahan kepada Ketua Koperasi Tani Bidara Tani Jombang ini berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp 45.885.166.385,15 dengan ketentuan,  apabila uang pengganti tersebut tidak dibayar dalam waktu paling lama satu bulan setelah putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dijual lelang untuk membayar uang pengganti tersebut. Dan jika terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup maka dipidana penjara selama  3 tahun.

Terhadap putusan hakim, terdakwa mengajukan banding. Dalam prosesnya, upaya banding di Tingkat Pengadilan Tinggi Jawa Timur gagal. Belum menyerah, terdakwa melanjutkan upaya hukum di tingkat kasasi. Lagi-lagi upaya hukum terdakwa gagal. ”Putusan kasasi Mahkamah Agung RI memperbaiki putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Jawa Timur. Putusan Mahkamah Agung Nomor : 917K/PID.SUS/2017 tanggal 16 Oktober 2017menjatuhkan vonis pidana penjara 12 tahun, pidana denda Rp 500.000.000subsidair satu tahun kurungan. Juga pidana tambahan membayar uang pengganti Rp 44.483.666.385,15, subsidair 6 tahun kurungan,” tandas Andhy, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

(jo/naz/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia