Senin, 17 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

251 Hektare Sawah di Jombang Terendam

15 Januari 2022, 09: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

251 Hektare Sawah di Jombang Terendam

Share this      

SEMENTARA itu, Koorditator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kesamben Sugeng, menyampaikan data sementara sawah yang terendam di Kecamatan Kesamben seluas 251 hektare. Menyebar di Desa Kedungbetik, Jombatan, Podoroto, Kedungmlati, Watudakon, Carangrejo, Pojokrejo dan Desa Kesamben.

”Jadi sudah kami laporkan ke dinas pertanian, tembusan ke camat 251 hektare,” katanya saat dikonfirmasi kemarin (14/1). Hingga saat ini air belum surut. Semua sawah yang terendam air sudah ditanami padi. Usia rata-rata masih muda. ”Ini yang banjir di Podoroto, Kedungbetik, Jombatan, Kedungmlati, Pojokrejo, Kesamben dan Carangrejo sama Watudakon,” imbuh dia.

Untuk sementara, pendataan masih terus dilakukan. Dari delapan desa itu kondisi paling parah terpantau di dua desa. ”Di Desa Podoroto dan Jombatan sampai pagi tadi (kemarin, Red), banjir masih tinggi. Ini masih kita pantau terus,” sambung Sugeng.

Baca juga: Tanggul Konto Longsor Lagi, Ancam Jembatan Kayen

Dia menyebut, salah satu penyebab terendamnya ratusan hektare sawah lantaran luapan air avfoer sekitar. Sedikitnya ada tiga avfoer yang airnya meluap hingga ke sawah. ”Semua ini air berasal dari afvoer Budugsambi, Watuprodo dan Kanal Watudakon. Masuknya tidak bisa lancar,” bebernya.

Terpisah, Camat Kesamben Eka Yulianto membenarkan laporan 251 hektare lahan sawah dari delapan desa yang terendam banjir. ”Dari 251 hektare itu sebanyak 210 hektare masa tanam kurang satu minggu dan 41 hektare lainnya masa tanam lebih dari satu minggu,” imbuh dia.

Saat ditanya penanganan yang dilakukan, ia menyebut belum ada. Hanya pembersihan di saluran lantaran banyak sumbatan. ”Menunggu surut, tapi teman-teman PPL dibantu masyarakat sudah kerja bakti pembersihan sampah. Namun karena debit air tinggi prosesnya agak lama,” sambung Eka.

Dia menyebut, sebelum sawah terendam dinas teknis sudah melakukan normalisasi. Hanya saja belum kelar sepenuhnya, air sudah datang. ”Sudah dilaksanakan normalisasi, cuma pada saat action belum selesai sudah kedatangan hujan deras. Akhirnya beckhoe ditarik, sekarang terdampar di sawah,” pungkasnya.

(jo/fid/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia