alexametrics
31.4 C
Jombang
Wednesday, May 25, 2022

Suspek PMK Makin Banyak, Dewan Minta Penanganan dan Pencegahan Dimaksimalkan

JOMBANG – Menyikapi makin banyaknya kasus suspek PMK pada sapi di Jombang, Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi meminta pemkab memaksimalkan penanganan dan pencegahan agar wabah PMK tak menular secara masif.

”Wabah ini memang begitu cepat penyebarannya. Di kabupaten/kota lain penularannya bahkan begitu masif,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (13/5). Terlebih, dampak kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat wabah ini sangat besar.

Tak hanya dampak harga jual yang anjlok saat sapi suspek PMK, namun dampak sapi mati juga jadi momok terbesar peternak. ”Dampak kerugiannya sangat besar. Kami berharap pemkab melalui Dinas Peternakan benar-benar serius menangani wabah ini,’’ tambahnya.

Wakil Ketua Dewan Syuro DPC PKB Jombang ini menambahkan, ada 104 sapi yang sudah suspek PMK harus ditangani dengan maksimal. Terutama menangani kesehatan sampai sembuh. Kedua, mencegah penularan yang lebih masif dengan melakukan pelarangan masuknya sapi dari daerah yang sudah tertular seperti Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Krian maupun daerah lain di Jatim.

Baca Juga :  Baru Diperbaiki, Jalan Kasemen Gudo Rusak Lagi

”Karena jika dibiarkan khawatirnya ini menyebar luas di Jombang,’’ tambahnya. Dia juga meminta Dinas Peternakan, melakukan antisipasi dengan memeriksa setiap hewan yang masuk di pasar hewan. ”Saya rasa tidak hanya dinas yang proaktif, tapi koordinasi dengan pengeloa pasar dan Muspika di tingkat kecamatan agar langkah pencegahan bisa berjalan efektif dan efisien,’’ tandasnya.

Saat disinggung langkah penutupan sementara pasar hewan untuk mencegah penularan. Menurut Masud, Pemkab Jombang harus hati-hati dalam menentukan opsi tersebut. Sebab, keberadaan pasar hewan juga berpengaruh besar pada roda perekonomian masyarakat. Mulai pedagang, pembeli, perantara, hingga armada. ”Kalau menutup tentu ini kebijakan pemkab. Namun yang jelas harus melihat situasi dan kondisi,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Sekolah Rusak Tak Tertangani, Dewan Segera Panggil Dinas P dan K





Reporter: Anggi Fridianto
- Advertisement -

JOMBANG – Menyikapi makin banyaknya kasus suspek PMK pada sapi di Jombang, Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi meminta pemkab memaksimalkan penanganan dan pencegahan agar wabah PMK tak menular secara masif.

”Wabah ini memang begitu cepat penyebarannya. Di kabupaten/kota lain penularannya bahkan begitu masif,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (13/5). Terlebih, dampak kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat wabah ini sangat besar.

Tak hanya dampak harga jual yang anjlok saat sapi suspek PMK, namun dampak sapi mati juga jadi momok terbesar peternak. ”Dampak kerugiannya sangat besar. Kami berharap pemkab melalui Dinas Peternakan benar-benar serius menangani wabah ini,’’ tambahnya.

Wakil Ketua Dewan Syuro DPC PKB Jombang ini menambahkan, ada 104 sapi yang sudah suspek PMK harus ditangani dengan maksimal. Terutama menangani kesehatan sampai sembuh. Kedua, mencegah penularan yang lebih masif dengan melakukan pelarangan masuknya sapi dari daerah yang sudah tertular seperti Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Krian maupun daerah lain di Jatim.

Baca Juga :  Dilarang Masuk Pasar, Sapi Sakit Dipaksa Putar Balik

”Karena jika dibiarkan khawatirnya ini menyebar luas di Jombang,’’ tambahnya. Dia juga meminta Dinas Peternakan, melakukan antisipasi dengan memeriksa setiap hewan yang masuk di pasar hewan. ”Saya rasa tidak hanya dinas yang proaktif, tapi koordinasi dengan pengeloa pasar dan Muspika di tingkat kecamatan agar langkah pencegahan bisa berjalan efektif dan efisien,’’ tandasnya.

Saat disinggung langkah penutupan sementara pasar hewan untuk mencegah penularan. Menurut Masud, Pemkab Jombang harus hati-hati dalam menentukan opsi tersebut. Sebab, keberadaan pasar hewan juga berpengaruh besar pada roda perekonomian masyarakat. Mulai pedagang, pembeli, perantara, hingga armada. ”Kalau menutup tentu ini kebijakan pemkab. Namun yang jelas harus melihat situasi dan kondisi,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  DPRD Gelar Paripurna Penyampaian Pendapat Umum Bupati tentang Dua Raperda





Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/