alexametrics
23.2 C
Jombang
Friday, June 24, 2022

Dilarang Masuk Pasar, Sapi Sakit Dipaksa Putar Balik

JOMBANG – Penyebaran penyakit kuku dan mulut (PMK) dalam beberapa hari terakhir di Jombang, terus terlihat. Untuk mengantisipasi masuknya sapi sakit dari luar kota, langkah mencekal sapi suspek PMK yang hendak masuk Jombang, mulai dilakukan.

Di Pasar Wage Kabuh misalnya, petugas Dinas Peternakan melakukan skrining ketat terhadap pedagang yang membawa sapi masuk. Setiap sapi diperiksa bagian mulut dan kuku. Petugas juga meyemprot truk dan badan sapi dengan disinfektan terhadap semua sapi.

Pemeriksaan yang berlangsung hingga dua jam sejak pukul 06.00 itu menemukan satu sapi suspek PMK. Seekor sapi yang diangkut pedagang asal Ngimbang Lamongan itu lantas diminta balik dan dilarang masuk Jombang.

”Setelah disemprot disinfektan, kemudian diperiksa bagian mulut dan tubuh sapi untuk mengetahui apakah suspek PMK atau tidak. Jika aman bisa langsung masuk pasar, sebaliknya jika tidak langsung diimbau putar balik,” ujar Kepala Dinas Peternakan Jombang Agus Susilo Sugioto, di lokasi.

Baca Juga :  Awas! Dua Sapi di Jombang Suspek PMK

Dari hasil pemeriksaan itu tim menemukan seekor sapi suspek PMK. Tanda ini diketahui dari ciri-ciri umum penyakit PMK yang berada di tubuh sapi. Tak berbelit belit, petugas meminta pemilik sapi tidak beroperasi ke pasar dan diminta untuk putar balik arah pulang. ”Ada satu ekor sapi suspek PMK karena ada bengkak di bagian lidah dan gusi,’’ tambahnya.

Agus menegaskan, tingkat penularan wabah PMK cukup tinggi mencapai 90-100 persen. Dampak kerugian ekonomi yang ditimbulkan juga tinggi. Dalam beberapa hari terakhir, sudah ada lima ekor anak sapi yang mati dan 104 ekor dinyatakan suspek PMK. “Data itu per Kamis, belum tahu kalau hari ini karena teman-teman masih di lapangan,” katanya.

Baca Juga :  Kasus PMK Makin Banyak, Pasar Hewan di Jombang Ditutup Sementara

Ia menambahkan, pembatasan sapi yang masuk Jombang akan dilakukan secara berkala ke depan. Pada Minggu (15/5) besok, pihaknya berencana melakukan skrining di Pasar Sapi Ngoro.  Meski jumlah sapi di Jombang banyak terindikasi PMK, Agus menyebut belum ada langkah penutupan. ”Kita tunggu lebih lanjut bagaimana kondisi di Jombang. Kalau perkembangannya terus, kemudian positif tentu pasar hewan akan kita tutup sementara,’’ pungkas dia.






Reporter: Anggi Fridianto
- Advertisement -

JOMBANG – Penyebaran penyakit kuku dan mulut (PMK) dalam beberapa hari terakhir di Jombang, terus terlihat. Untuk mengantisipasi masuknya sapi sakit dari luar kota, langkah mencekal sapi suspek PMK yang hendak masuk Jombang, mulai dilakukan.

Di Pasar Wage Kabuh misalnya, petugas Dinas Peternakan melakukan skrining ketat terhadap pedagang yang membawa sapi masuk. Setiap sapi diperiksa bagian mulut dan kuku. Petugas juga meyemprot truk dan badan sapi dengan disinfektan terhadap semua sapi.

Pemeriksaan yang berlangsung hingga dua jam sejak pukul 06.00 itu menemukan satu sapi suspek PMK. Seekor sapi yang diangkut pedagang asal Ngimbang Lamongan itu lantas diminta balik dan dilarang masuk Jombang.

”Setelah disemprot disinfektan, kemudian diperiksa bagian mulut dan tubuh sapi untuk mengetahui apakah suspek PMK atau tidak. Jika aman bisa langsung masuk pasar, sebaliknya jika tidak langsung diimbau putar balik,” ujar Kepala Dinas Peternakan Jombang Agus Susilo Sugioto, di lokasi.

Baca Juga :  PMK Bikin Pedagang Sapi Pusing, Harga Turun, Pembeli Sepi

Dari hasil pemeriksaan itu tim menemukan seekor sapi suspek PMK. Tanda ini diketahui dari ciri-ciri umum penyakit PMK yang berada di tubuh sapi. Tak berbelit belit, petugas meminta pemilik sapi tidak beroperasi ke pasar dan diminta untuk putar balik arah pulang. ”Ada satu ekor sapi suspek PMK karena ada bengkak di bagian lidah dan gusi,’’ tambahnya.

Agus menegaskan, tingkat penularan wabah PMK cukup tinggi mencapai 90-100 persen. Dampak kerugian ekonomi yang ditimbulkan juga tinggi. Dalam beberapa hari terakhir, sudah ada lima ekor anak sapi yang mati dan 104 ekor dinyatakan suspek PMK. “Data itu per Kamis, belum tahu kalau hari ini karena teman-teman masih di lapangan,” katanya.

Baca Juga :  Belum Maksimal, Vaksin Dosis 3 Terus Dikebut
- Advertisement -

Ia menambahkan, pembatasan sapi yang masuk Jombang akan dilakukan secara berkala ke depan. Pada Minggu (15/5) besok, pihaknya berencana melakukan skrining di Pasar Sapi Ngoro.  Meski jumlah sapi di Jombang banyak terindikasi PMK, Agus menyebut belum ada langkah penutupan. ”Kita tunggu lebih lanjut bagaimana kondisi di Jombang. Kalau perkembangannya terus, kemudian positif tentu pasar hewan akan kita tutup sementara,’’ pungkas dia.






Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/