Senin, 17 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Satpol PP Jombang Hanya Hentikan Pekerjaan Pembangunan Tower Seluler

14 Januari 2022, 09: 00: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Satpol PP Jombang Hanya Hentikan Pekerjaan Pembangunan Tower Seluler

Share this      

JOMBANG - Satpol PP Jombang hanya menghentikan pekerjaan pembangunan tower seluler di Dusun Denanyar Selatan, Desa Denanyar, Kecamatan/Kabupaten Jombang, kemarin (13/1). Padahal, bangunan yang sudah berdiri itu belum mengantongi izin.

"Kami sudah terjun ke lapangan," ujar Didit Budi Santoso Kabid Penegakan Perda Satpol PP Jombang. Dia mengakui bila pembangunan tower tersebut belum mengantongi izin. Termasuk persetujuan bangunan gedung (PBG) yang dulu dinamakan ijin mendirikan bangunan (IMB) juga masih belum keluar.

"Karena belum mengantongi izin, kami hentikan sementara pekerjaannya," sebutnya. Ia beralasan, pekerjaan tower belum rampung seluruhnya. Meski aliran listrik sudah terpasang sejak lama.  "Pekerjaan belum selesai, sekitar 80 persen. Tapi kita sudah sampaikan ke kepala desa untuk menghentikan pekerjaan dulu," tegas dia.

Baca juga: Seragam Gratis di Jombang Mulai Masuk Perencanaan

Berdasar informasi yang masuk kepadanya, pendirian tower tersebut nanti bakal dikelola oleh BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Mengingat lokasi pembangunan tower berada di tanah kas desa (TKD). "Jadi nanti akan dikelola desa. Untuk proses izin bisa konfirmasi ke Dinas PUPR. Tapi pada saat rapat tim TKPRD pengurusan izin sedang berproses," tegasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Ayub Efendi Kepala Desa Denanyar, menjelaskan pembangunan tower tidak ada kaitannya dengan desa. Dirinya membantah bila tanah yang digunakan untuk pembangunan tower itu merupakan TKD. "Bukan, itu tanahnya perorangan, hanya memang berbatasan dengan TKD," katanya.

Dia menegaskan, pembangunan tower dilakukan oleh pihak pengembang sendiri dan nanti juga tidak akan dikelola desa. "Yang dikelola desa itu kandang sapi. Bukan tower," tegasnya serius.

Ayub hanya menyebut, sebelumnya pihak pengembang memang berkoordinasi dengan desa untuk menyampaikan rencana  pembangunan tower. "Ya, pernah datang ke desa untuk minta pengurusan surat-surat tanah. Sudah kami berikan," terangnya.

Saat ditanya apakah ada sosialisasi dengan warga terkait pembangunan tower. Ayub menjelaskan tidak ada sosialisasi karena di sekitar tower merupakan tanah milik desa.  "Sekitar kan tanah desa. Kalau izin desa tidak tahu sudah keluar atau tidak," pungkas Ayub.

(jo/yan/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia