alexametrics
28.4 C
Jombang
Thursday, May 19, 2022

Suspek Bertambah, Sapi dari 9 Daerah di Jatim Dilarang Masuk Jombang

Kasus Suspek Bertambah 104 Ekor

 

SEMENTARA itu, Dinas Peternakan Jombang menunjukkan temuan kasus suspek PMK pada sapi terus bertambah. Bahkan, dalam hitungan hari, jumlah sapi yang mengalami gejala mirip PMK bertambah menjadi 104 ekor.

“Hingga Jumat (12/5) malam, jumlah sapi yang suspek PMK  104 ekor, 5 di antaranya mati,” terang Agus Susilo Sugioto Kepala Dinas Peternakan Jombang. Temuan kasus suspek PMK itu tersebar di empat kecamatan berbeda. Meski tak menjelaskan secara rinci, Agus menyebut ada dua desa di Kecamatan Wonosalam dan dua desa di Kecamatan Mojowarno.

Dua lainnya, berada di Kecamatan Kabuh dan Kecamatan Tembelang.  “Dikatakan suspek karena memang temuan kami di empat kecematan itu, sapi-sapi mengalami gejala serupa dengan PMK, seperti mulut yang melepuh dan berbusa, beberapa sapi juga mulai terlihat luka di kaki, walaupun ada yang belum,” lanjutnya.

Baca Juga :  Disperta Jombang Tunggu Evaluasi

Ia menyebut, seluruh sapi yang suspek PMK itu jenis sapi potong. Lima ekor di antaranya mati. Seluruhnya adalah sapi anakan atau pedet. “Belum ada temuan pada sapi susu atau sapi perah,” tambah Agus serius.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah meminta kepada para pemilik sapi untuk melakukan pemisahan kandang atau karantina dengan sapi yang masih sehat. Selain itu, upaya pemberian obat dan vitamin serta pengecekan berkala juga harus dilakukan berkala.

Selain pengobatan pada sapi yang sudah dinyatakan suspek, pihaknya juga melakukan antisipasi penularan dengan pembatasan hewan ternak masuk Jombang. Agus sendiri sudah menerbitkan edaran perihal pembatasan hewan ternak yang boleh masuk Jombang.

“Jadi tidak ada penutupan pasar, tapi ada pembatasan asal hewan ternak yang boleh masuk,” tambah mantan Kepala Satpol PP Jombang ini. Ditambahkan, ada 9 kabupaten di Jawa Timur yang dinyatakan tidak boleh mengirim hasil ternaknya ke Jombang.

Baca Juga :  Alumni SMAN 1 Jombang 99 Persen Siswa Lanjut Kuliah

Masing-masing Kabupaten Lamongan, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, Malang, Bangkalan,Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang. Kota-kota itu merupakan kawasan yang dilaporkan terjadi banyak kasus PMK. “Kita batasi, tidak ada lagi hewan ternak baik sapi, kambing maupun domba dari kota-kota itu,” ungkap dia.

Pembatasan itu akan dilakukan dengan pengawasan petugas kesehatan hewan di setiap pasar hewan. Selain dari 9 kota tersebut, Agus menyebut hewan masih diperbolehkan masuk Jombang dengan beberapa persyaratan ketat. “Boleh masuk, tapi harus ada surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan setempat,” pungkas Agus.

- Advertisement -

Kasus Suspek Bertambah 104 Ekor

 

SEMENTARA itu, Dinas Peternakan Jombang menunjukkan temuan kasus suspek PMK pada sapi terus bertambah. Bahkan, dalam hitungan hari, jumlah sapi yang mengalami gejala mirip PMK bertambah menjadi 104 ekor.

“Hingga Jumat (12/5) malam, jumlah sapi yang suspek PMK  104 ekor, 5 di antaranya mati,” terang Agus Susilo Sugioto Kepala Dinas Peternakan Jombang. Temuan kasus suspek PMK itu tersebar di empat kecamatan berbeda. Meski tak menjelaskan secara rinci, Agus menyebut ada dua desa di Kecamatan Wonosalam dan dua desa di Kecamatan Mojowarno.

Dua lainnya, berada di Kecamatan Kabuh dan Kecamatan Tembelang.  “Dikatakan suspek karena memang temuan kami di empat kecematan itu, sapi-sapi mengalami gejala serupa dengan PMK, seperti mulut yang melepuh dan berbusa, beberapa sapi juga mulai terlihat luka di kaki, walaupun ada yang belum,” lanjutnya.

Baca Juga :  Solar Langka, Sopir Truk di Jombang Antre Panjang

Ia menyebut, seluruh sapi yang suspek PMK itu jenis sapi potong. Lima ekor di antaranya mati. Seluruhnya adalah sapi anakan atau pedet. “Belum ada temuan pada sapi susu atau sapi perah,” tambah Agus serius.

- Advertisement -

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah meminta kepada para pemilik sapi untuk melakukan pemisahan kandang atau karantina dengan sapi yang masih sehat. Selain itu, upaya pemberian obat dan vitamin serta pengecekan berkala juga harus dilakukan berkala.

Selain pengobatan pada sapi yang sudah dinyatakan suspek, pihaknya juga melakukan antisipasi penularan dengan pembatasan hewan ternak masuk Jombang. Agus sendiri sudah menerbitkan edaran perihal pembatasan hewan ternak yang boleh masuk Jombang.

“Jadi tidak ada penutupan pasar, tapi ada pembatasan asal hewan ternak yang boleh masuk,” tambah mantan Kepala Satpol PP Jombang ini. Ditambahkan, ada 9 kabupaten di Jawa Timur yang dinyatakan tidak boleh mengirim hasil ternaknya ke Jombang.

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Tak Berubah

Masing-masing Kabupaten Lamongan, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, Malang, Bangkalan,Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang. Kota-kota itu merupakan kawasan yang dilaporkan terjadi banyak kasus PMK. “Kita batasi, tidak ada lagi hewan ternak baik sapi, kambing maupun domba dari kota-kota itu,” ungkap dia.

Pembatasan itu akan dilakukan dengan pengawasan petugas kesehatan hewan di setiap pasar hewan. Selain dari 9 kota tersebut, Agus menyebut hewan masih diperbolehkan masuk Jombang dengan beberapa persyaratan ketat. “Boleh masuk, tapi harus ada surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan setempat,” pungkas Agus.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/