alexametrics
25.7 C
Jombang
Monday, September 26, 2022

Empat Bulan Diresmikan, Rambu di Jembatan Baru Ploso Masih Seadanya

JOMBANG – Sampai awal Agustus, fasilitas penunjang jembatan baru Ploso belum sepenuhnya terpasang. Di antaranya rambu petunjuk arah, sampai kini masih memakai rambu sementara dari pelaksana proyek.

Pantauan di lokasi Selasa (9/8) kemarin, tampak terdapat rambu petunjuk arah kendaraan dari arah Gedek – Jombang terpasang masih dari banner berwarna hijau. Ukurannya relatif kecil, terpasang tepat di ujung jembatan dan dipasang memanfaatkan potongan kayu seadanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Hartono menuturkan, sampai saat ini rambu petunjuk arah yang terpasang baik di sisi selatan ataupun utara memakai rambu sementara. ”Sampai sekarang belum ada (rambu penunjuk arah, Red), hanya sementara yang bikin pelaksana proyek,” kata Hartono kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, umumnya sebelum memasuki jembatan harus ada petunjuk arah terpasang. ”Atau 50 meter sebelum jembatan harus ada rambu (petunjuk arah, Red). Misalnya mau ke Plandaan ini harus ke arah mana atau ke Kabuh maupun ke Kudu,” imbuh dia.

Baca Juga :  Anggaran Terbatas,  Jalan Rusak di Plandaan Tak Tersentuh Perbaikan

Dikatakan, dari arah selatan atau Jombang misalnya, pengendara ketika hendak ke Kecamatan Kudu ataupun ke Plandaan pastinya bingung, terlebih jika sebelumnya belum pernah melintas di jembatan. Sebab, jika pengendara memaksakan naik ke jembatan baru, mereka tidak bisa belok kanan atau kiri, kecuali pengendara harus lurus dulu ke utara, baru putar balik dan tentunya sangat menghambat pengguna jalan.  ”Makanya harus ada rambu itu,” ujar Hartono.

Berikut dari arah utara, menurut Hartono juga tak jauh berbeda. ”Itu mungkin masih belum disiapkan, makanya sekarang masih pakai rambu sementara. Belum ada yang permanen,” tutur dia.

Berikut di bawah jembatan atau persimpangan jalan, menurut Hartono , baik lampu kedip kuning maupun traffic light kewenangan provinsi. ”Kalau warning light ini tanpa ada kajian. Beda dengan traffic ini harus ada kajian, apakah ketika dikasih itu malah tambah macet dan sebagainya,” kata Hartono.

Baca Juga :  Cuaca Tak Menentu, Petani Melon Waswas Tanamannya Rusak

Sebelumnya, Kepala UPT PPP-LLAJ Mojokerto Dishub Jawa Timur Yoyok Kristyowahono mengatakan, terkait fasilitas itu sebelumnya menjadi perhatian pihaknya. ”Jadi sudah kami sampaikan, rencananya akan dikaji ulang pemasangannya,” kata Yoyok dikonfirmasi.

Dijelaskan, sebelum dipasang APILL maupun rambu, tentunya harus melalui proses kajian terlebih dahulu, tidak bisa asal pasang. ”Apakah butuh flashing atau TL dan sebagainya, karena kemarin penghitungan LHR (Lalu lintas harian rata-rata) naik-turun. Karena antara dibuka dan tidak,” imbuh dia.

Usai dibuka secara penuh, lanjut dia, sementara belum ada kajian. Karena itu, sebelum dipasang sarana itu bakal dikaji dahulu. ”Posisi sekarang sudah operasional penuh, sehingga baru bisa ditentukan. Apakah di flashing saja cukup, sehingga tidak terjadi hambatan dan lainnya,” kata Yoyok. (fid/naz/riz)






Reporter: Ainul Hafidz

JOMBANG – Sampai awal Agustus, fasilitas penunjang jembatan baru Ploso belum sepenuhnya terpasang. Di antaranya rambu petunjuk arah, sampai kini masih memakai rambu sementara dari pelaksana proyek.

Pantauan di lokasi Selasa (9/8) kemarin, tampak terdapat rambu petunjuk arah kendaraan dari arah Gedek – Jombang terpasang masih dari banner berwarna hijau. Ukurannya relatif kecil, terpasang tepat di ujung jembatan dan dipasang memanfaatkan potongan kayu seadanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Hartono menuturkan, sampai saat ini rambu petunjuk arah yang terpasang baik di sisi selatan ataupun utara memakai rambu sementara. ”Sampai sekarang belum ada (rambu penunjuk arah, Red), hanya sementara yang bikin pelaksana proyek,” kata Hartono kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, umumnya sebelum memasuki jembatan harus ada petunjuk arah terpasang. ”Atau 50 meter sebelum jembatan harus ada rambu (petunjuk arah, Red). Misalnya mau ke Plandaan ini harus ke arah mana atau ke Kabuh maupun ke Kudu,” imbuh dia.

Baca Juga :  Kerusakan Jalan Ruas Kalianyar-Ngumpul Jombang Kian Parah

Dikatakan, dari arah selatan atau Jombang misalnya, pengendara ketika hendak ke Kecamatan Kudu ataupun ke Plandaan pastinya bingung, terlebih jika sebelumnya belum pernah melintas di jembatan. Sebab, jika pengendara memaksakan naik ke jembatan baru, mereka tidak bisa belok kanan atau kiri, kecuali pengendara harus lurus dulu ke utara, baru putar balik dan tentunya sangat menghambat pengguna jalan.  ”Makanya harus ada rambu itu,” ujar Hartono.

Berikut dari arah utara, menurut Hartono juga tak jauh berbeda. ”Itu mungkin masih belum disiapkan, makanya sekarang masih pakai rambu sementara. Belum ada yang permanen,” tutur dia.

Berikut di bawah jembatan atau persimpangan jalan, menurut Hartono , baik lampu kedip kuning maupun traffic light kewenangan provinsi. ”Kalau warning light ini tanpa ada kajian. Beda dengan traffic ini harus ada kajian, apakah ketika dikasih itu malah tambah macet dan sebagainya,” kata Hartono.

Baca Juga :  Disnaker Jombang Latih Pemuda Turipinggir Wirausaha dan Digital Marketing

Sebelumnya, Kepala UPT PPP-LLAJ Mojokerto Dishub Jawa Timur Yoyok Kristyowahono mengatakan, terkait fasilitas itu sebelumnya menjadi perhatian pihaknya. ”Jadi sudah kami sampaikan, rencananya akan dikaji ulang pemasangannya,” kata Yoyok dikonfirmasi.

Dijelaskan, sebelum dipasang APILL maupun rambu, tentunya harus melalui proses kajian terlebih dahulu, tidak bisa asal pasang. ”Apakah butuh flashing atau TL dan sebagainya, karena kemarin penghitungan LHR (Lalu lintas harian rata-rata) naik-turun. Karena antara dibuka dan tidak,” imbuh dia.

Usai dibuka secara penuh, lanjut dia, sementara belum ada kajian. Karena itu, sebelum dipasang sarana itu bakal dikaji dahulu. ”Posisi sekarang sudah operasional penuh, sehingga baru bisa ditentukan. Apakah di flashing saja cukup, sehingga tidak terjadi hambatan dan lainnya,” kata Yoyok. (fid/naz/riz)






Reporter: Ainul Hafidz

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/