alexametrics
31.1 C
Jombang
Wednesday, May 25, 2022

9 Orang Mundur, Hanya 497 CJH yang Berangkat Tahun Ini

JOMBANG – Jumlah calon jamaah haji (CJH) Jombang yang dipastikan bisa berangkat ke tanah suci tahun ini hanya 497 orang. Ini setelah ada sembilan orang yang memilih mengundurkan diri.

”Jumlah alokasi jamaah berdasarkan data yang dirilis Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) ada 506. Namun ada sembilan yang mengundurkan diri sehingga total yang berangkat 497 orang,’’ ujar Taufiqurrohman Kepala Kantor Kemenag Jombang, kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (9/5) petang.

Padahal sebelumnya, ia menyampaikan jumlah awal diketahui ada 1.051 CJH yang siap berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Namun, setelah dilakukan penyesuaian dengan beberapa persyaratan yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi, akhirnya hanya 506 CJH yang bisa berangkat.

Baca Juga :  Makin Maju, SMKN Wonosalam Sediakan Alat Praktik Sesuai Kebutuhan Industri

Menindaklanjuti data yang dirilis Siskohat itu pihaknya sudah menginformasikan nama-nama calon jamaah melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU), Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di masing-masing kecamatan, serta Kantor Kemenag Jombang. ”Mereka yang masuk list sudah sesuai persyaratan, tidak ada yang di atas usia 65 tahun,’’ tambahnya.

Sayang, dia tidak merinci alasan kenapa sembilan calon jamaah haji itu mengundurkan diri. Besar kemungkinan, mereka memilih mundur karena tidak bersamaan dengan jamaah dalam satu keluarga. Semisal salah satu orangtua atau suami/istri yang tidak bisa berangkat karena faktor usia di atas 65 tahun.

Selain itu, ada faktor lain sehingga sebagai pendamping, mereka memilih tidak berangkat. Adanya aturan usia 65 tahun tersebut, memang berkaitan dengan kondisi kesehatan dan prioritas pelaksaanaan ibadah haji di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Satpol PP Razia Jombang Tempat-tempat Karaoke

Sesuai Keputusan Menteri Agama Nomor 434 Tahun 2002 tentang BPIH Reguler, lanjut dia, para CJH yang masuk list tersebut akan melunasi biaya ongkos ibadah haji. Jadwalnya tercatat mulai 9-20 Mei mendatang. Adapun total BPIH yang wajib dilunasi pada jamaah embarkasi Surabaya sebesar Rp 42.586.009.

”Embarkasi Surabaya ini sendiri berasal dari jamaah haji reguler Provinsi Jatim, Bali dan NTT,’’ pungkas pria yang akrab disapa Taufiq ini.






Reporter: Anggi Fridianto
- Advertisement -

JOMBANG – Jumlah calon jamaah haji (CJH) Jombang yang dipastikan bisa berangkat ke tanah suci tahun ini hanya 497 orang. Ini setelah ada sembilan orang yang memilih mengundurkan diri.

”Jumlah alokasi jamaah berdasarkan data yang dirilis Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) ada 506. Namun ada sembilan yang mengundurkan diri sehingga total yang berangkat 497 orang,’’ ujar Taufiqurrohman Kepala Kantor Kemenag Jombang, kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (9/5) petang.

Padahal sebelumnya, ia menyampaikan jumlah awal diketahui ada 1.051 CJH yang siap berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Namun, setelah dilakukan penyesuaian dengan beberapa persyaratan yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi, akhirnya hanya 506 CJH yang bisa berangkat.

Baca Juga :  Terpaksa Tanam Ulang Setelah Padi Terendam dan Membusuk

Menindaklanjuti data yang dirilis Siskohat itu pihaknya sudah menginformasikan nama-nama calon jamaah melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU), Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di masing-masing kecamatan, serta Kantor Kemenag Jombang. ”Mereka yang masuk list sudah sesuai persyaratan, tidak ada yang di atas usia 65 tahun,’’ tambahnya.

Sayang, dia tidak merinci alasan kenapa sembilan calon jamaah haji itu mengundurkan diri. Besar kemungkinan, mereka memilih mundur karena tidak bersamaan dengan jamaah dalam satu keluarga. Semisal salah satu orangtua atau suami/istri yang tidak bisa berangkat karena faktor usia di atas 65 tahun.

Selain itu, ada faktor lain sehingga sebagai pendamping, mereka memilih tidak berangkat. Adanya aturan usia 65 tahun tersebut, memang berkaitan dengan kondisi kesehatan dan prioritas pelaksaanaan ibadah haji di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga :  60 CJH Cadangan Harus Tunggu Kepastian Pemerintah Pusat
- Advertisement -

Sesuai Keputusan Menteri Agama Nomor 434 Tahun 2002 tentang BPIH Reguler, lanjut dia, para CJH yang masuk list tersebut akan melunasi biaya ongkos ibadah haji. Jadwalnya tercatat mulai 9-20 Mei mendatang. Adapun total BPIH yang wajib dilunasi pada jamaah embarkasi Surabaya sebesar Rp 42.586.009.

”Embarkasi Surabaya ini sendiri berasal dari jamaah haji reguler Provinsi Jatim, Bali dan NTT,’’ pungkas pria yang akrab disapa Taufiq ini.






Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/