alexametrics
22.5 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Jalan Rusak Ruas Kabuh-Tapen Tak Kunjung Ditangani

JOMBANG – Kondisi jalan ruas Kabuh-Tapen yang terdampak proyek pembangunan jembatan Ploso Baru hingga kini memprihatinkan. Di sejumlah titiknya, terdapat kubangan besar. Warga mengeluhkan lambannya penanganan jalan rusak.

Sejumlah kubangan jalan menganga terlihat di Jala Raya Tapen, Kecamatan Kudu. Hingga Kamis (7/4) siang kemarin, tampak aktivitas pengguna jalan terhambat akibat parahnya kerusakan jalan.

Beberapa kendaraan terpaksa bergantian melintas, lantaran kendaraannya berisiko terjerembak di titik kubangan. ”Di wilayah sini ada dua titik yang parah. Dulu pernah diuruk tapi sekarang balik lagi jadi kubangan,” ucap Saiful, 50, warga di lokasi.

Semenjak kegiatan pengurukan sejumlah kubangan jalan sekitar dua bulan lalu, setelah itu dirinya tak pernah menjumpai lagi kegiatan pemeliharaan jalan. Sehingga setelah hujan mengguyur, material tanah uruk itu lama kelamaan hanyut terbawa air. ”Apalagi truk dan kendaraan besar juga masih sering melintas, ya begini ini jadinya,” lanjutnya.

Baca Juga :  Syarat Bebas Antigen Kereta Api Di Stasiun Jombang Belum Berlaku

selain membahayakan keberadaan kubangan jalan juga menghambat aktivitas warga. Terlebih bagi kendaraan roda empat. Saat dua mobil atau truk lewat, pengguna jalan lain pun terpaksa harus menepi sementara lantaran harus bergantian. ”Karena tidak bisa langsung melintas, bisa nyantol karena lubangnya dalam” imbuhnya.

Ia dan warga setempat berharap, janji pemerintah yang menyebut akan memperbaiki jalan secara permanen dapat segera terealisasi. ”Dulu katanya kalau proyek (jembatan, Red) selesai mau diperbaiki, tapi kok ya tidak ada wujudnya sampai sekarang,” pungkasnya.

- Advertisement -

JOMBANG – Kondisi jalan ruas Kabuh-Tapen yang terdampak proyek pembangunan jembatan Ploso Baru hingga kini memprihatinkan. Di sejumlah titiknya, terdapat kubangan besar. Warga mengeluhkan lambannya penanganan jalan rusak.

Sejumlah kubangan jalan menganga terlihat di Jala Raya Tapen, Kecamatan Kudu. Hingga Kamis (7/4) siang kemarin, tampak aktivitas pengguna jalan terhambat akibat parahnya kerusakan jalan.

Beberapa kendaraan terpaksa bergantian melintas, lantaran kendaraannya berisiko terjerembak di titik kubangan. ”Di wilayah sini ada dua titik yang parah. Dulu pernah diuruk tapi sekarang balik lagi jadi kubangan,” ucap Saiful, 50, warga di lokasi.

Semenjak kegiatan pengurukan sejumlah kubangan jalan sekitar dua bulan lalu, setelah itu dirinya tak pernah menjumpai lagi kegiatan pemeliharaan jalan. Sehingga setelah hujan mengguyur, material tanah uruk itu lama kelamaan hanyut terbawa air. ”Apalagi truk dan kendaraan besar juga masih sering melintas, ya begini ini jadinya,” lanjutnya.

Baca Juga :  Terpaksa Tanam Ulang Setelah Padi Terendam dan Membusuk

selain membahayakan keberadaan kubangan jalan juga menghambat aktivitas warga. Terlebih bagi kendaraan roda empat. Saat dua mobil atau truk lewat, pengguna jalan lain pun terpaksa harus menepi sementara lantaran harus bergantian. ”Karena tidak bisa langsung melintas, bisa nyantol karena lubangnya dalam” imbuhnya.

Ia dan warga setempat berharap, janji pemerintah yang menyebut akan memperbaiki jalan secara permanen dapat segera terealisasi. ”Dulu katanya kalau proyek (jembatan, Red) selesai mau diperbaiki, tapi kok ya tidak ada wujudnya sampai sekarang,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/