alexametrics
29.3 C
Jombang
Sunday, August 7, 2022

Rejeki Nomplok, Penjahit Bendera Banjir Order jelang HUT Kemerdekaan

JOMBANG – Jelang peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI, membawa berkah bagi penjahit bendera. Seperti diakui Menik, 46, penjahit asal Dusun Canggon, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek kemarin (5/7). Dalam sehari, ia bisa menyelesaikan 50 jahitan bendera.

”Kalau Agustusan memang banyak pesanan dari warga atau pengusaha yang menjahitkan bendera,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Pantauan di lokasi, tampak tumpukan kain bendera warna merah putih menumpuk di dekat meja kerjanya. Menik mengaku, setiap Agustusan membawa berkah tersendiri baginya. ”Kalau selain Agustus saya jahit baju-baju biasa,” tambah ibu dua anak ini.

Dijelaskan, dalam sehari Menik mampu menjahit bendera hingga 50 potong. Terkadang, ia juga bisa menyelesaikan hingga 70 potong seorang diri. ”Yang paling banyak adalah bendera Merah Putih, itu bisa sampai 50 potong. Ditambah umbul-umbul kadang lebih dari 20 potong,” terangnya.

Baca Juga :  Misteri Punden Mbah Sumber, Ada Pria Tua Berjubah Putih Hingga Putri Cantik

Untuk ongkos jahit bendera sendiri, per potongnya ditarik Rp 5 ribu sampai 20 ribu. ”Tergantung yang dijahit, kalau bendera masyarakat itu Rp 5 ribu. Tapi kalau bendera yang panjang biasanya Rp 15 sampai Rp 20 ribu,” tandasnya.

Pelanggan Menik, paling banyak dari warga lokalan sendiri. Yakni sekitar Diwek dan Jombang kota. (ang/naz/riz)






Reporter: Anggi Fridianto
- Advertisement -

JOMBANG – Jelang peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI, membawa berkah bagi penjahit bendera. Seperti diakui Menik, 46, penjahit asal Dusun Canggon, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek kemarin (5/7). Dalam sehari, ia bisa menyelesaikan 50 jahitan bendera.

”Kalau Agustusan memang banyak pesanan dari warga atau pengusaha yang menjahitkan bendera,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Pantauan di lokasi, tampak tumpukan kain bendera warna merah putih menumpuk di dekat meja kerjanya. Menik mengaku, setiap Agustusan membawa berkah tersendiri baginya. ”Kalau selain Agustus saya jahit baju-baju biasa,” tambah ibu dua anak ini.

Dijelaskan, dalam sehari Menik mampu menjahit bendera hingga 50 potong. Terkadang, ia juga bisa menyelesaikan hingga 70 potong seorang diri. ”Yang paling banyak adalah bendera Merah Putih, itu bisa sampai 50 potong. Ditambah umbul-umbul kadang lebih dari 20 potong,” terangnya.

Baca Juga :  Penculik Bayi Panti Asuhan Ditangkap, Polisi : Pelaku Diduga Depresi

Untuk ongkos jahit bendera sendiri, per potongnya ditarik Rp 5 ribu sampai 20 ribu. ”Tergantung yang dijahit, kalau bendera masyarakat itu Rp 5 ribu. Tapi kalau bendera yang panjang biasanya Rp 15 sampai Rp 20 ribu,” tandasnya.

Pelanggan Menik, paling banyak dari warga lokalan sendiri. Yakni sekitar Diwek dan Jombang kota. (ang/naz/riz)






Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/