alexametrics
31.5 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

Bulan Kemerdekaan, Perajin Piala di Jombang Banjir Orderan

JOMBANG – Jelang peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI, perajin piala ketiban berkah. Banyaknya kegiatan yang digelar masyarakat menjadikan produk piala alias trofi banyak diburu. Omzetnya pun melonjak drastis.

Salah satunya dirasakan Rio Febrian, 28, perajin trofi asal Kelurahan Kaliwungu. Lantaran banyak perlombaan, omzet penjualan trofi juga turut meningkat, berbeda perayaan tahun sebelumnya saat pandemi masih tinggi penjualan trofi sepi. ”Ya Alhamdulillah mengalami peningkatan dan sekarang bisa produksi kembali. Setelah dua tahun telah vakum karena pandemi,” ungkap Rio kepada Jawa Pos Radar Jombang, (4/8).

Ia mengaku pesanan trofi untuk hadiah perlombaan sudah mulai datang. Bahkan pesanan  sudah ada sejak bulan kemarin. “Order sudah lumayan. Sejak bulan juli produksi harus ditingkatkan karena 1000 hingga 1500 trofi harus terselesaikan dan terkirim ke pemesan,”tegasnya.

Baca Juga :  Semakin Kuat Terapkan ESG, Kredit Berkelanjutan BRI Tembus Rp 657,1 Triliun

Dikatakan Rio, tahun ini produksi trofi yang bertemakan 77 tahun Indonesia merdeka ini mengalami kenaikan drastis hingga 70 persen dibanding dua tahun sebelumnya sebelum pandemi berlangsung. ”Memasuki awal bulan Agustus ini, pemesanan semakin meningkat hingga dua kali lipat hingga mencapai 2.000-4.000 trofi,” katanya.

Rio mengaku untuk memenuhi target pesanan, ia harus menambah tenaga kerja. ”Agar sesuai dengan hasil produksi dan jadwal pengiriman yang tidak hanya melayani dari dalam kota saja,” paparnya.

Rio menyebut, banyaknya perlombaan mulai dari tingkat RT, desa, hingga instansi, membuatnya kebanjiran order pembuatan trofi ini. Sehingga omzetnya pun mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Trofi yang dijual Rio dibandrol mulai dari harga Rp 10 ribu hingga Rp 2,5 juta. Tak tanggung-tanggung penghasilan pada Juli kemarin sudah mencapai Rp 200 juta, dan diawal Agustus ini, perkiraan akan lebih besar karena hasil produksinya tidak hanya melayani pemesanan dari dalam kota. ”Pesanan sudah menembus suluruh pulau di Indonesia, salah satunya ke Papua dan Aceh,” pungkasnya. (yan/naz/riz)

Baca Juga :  Banyak PJU Rusak, Dishub : Kami Mulai Pendataan





Reporter: Azmy endiyana Zuhri
- Advertisement -

JOMBANG – Jelang peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI, perajin piala ketiban berkah. Banyaknya kegiatan yang digelar masyarakat menjadikan produk piala alias trofi banyak diburu. Omzetnya pun melonjak drastis.

Salah satunya dirasakan Rio Febrian, 28, perajin trofi asal Kelurahan Kaliwungu. Lantaran banyak perlombaan, omzet penjualan trofi juga turut meningkat, berbeda perayaan tahun sebelumnya saat pandemi masih tinggi penjualan trofi sepi. ”Ya Alhamdulillah mengalami peningkatan dan sekarang bisa produksi kembali. Setelah dua tahun telah vakum karena pandemi,” ungkap Rio kepada Jawa Pos Radar Jombang, (4/8).

Ia mengaku pesanan trofi untuk hadiah perlombaan sudah mulai datang. Bahkan pesanan  sudah ada sejak bulan kemarin. “Order sudah lumayan. Sejak bulan juli produksi harus ditingkatkan karena 1000 hingga 1500 trofi harus terselesaikan dan terkirim ke pemesan,”tegasnya.

Baca Juga :  Pembatasan Pupuk Bersubsidi Bikin Petani Tembakau Frustrasi

Dikatakan Rio, tahun ini produksi trofi yang bertemakan 77 tahun Indonesia merdeka ini mengalami kenaikan drastis hingga 70 persen dibanding dua tahun sebelumnya sebelum pandemi berlangsung. ”Memasuki awal bulan Agustus ini, pemesanan semakin meningkat hingga dua kali lipat hingga mencapai 2.000-4.000 trofi,” katanya.

Rio mengaku untuk memenuhi target pesanan, ia harus menambah tenaga kerja. ”Agar sesuai dengan hasil produksi dan jadwal pengiriman yang tidak hanya melayani dari dalam kota saja,” paparnya.

Rio menyebut, banyaknya perlombaan mulai dari tingkat RT, desa, hingga instansi, membuatnya kebanjiran order pembuatan trofi ini. Sehingga omzetnya pun mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

- Advertisement -

Trofi yang dijual Rio dibandrol mulai dari harga Rp 10 ribu hingga Rp 2,5 juta. Tak tanggung-tanggung penghasilan pada Juli kemarin sudah mencapai Rp 200 juta, dan diawal Agustus ini, perkiraan akan lebih besar karena hasil produksinya tidak hanya melayani pemesanan dari dalam kota. ”Pesanan sudah menembus suluruh pulau di Indonesia, salah satunya ke Papua dan Aceh,” pungkasnya. (yan/naz/riz)

Baca Juga :  100 SD Negeri di Jombang Masih Rusak Berat, Butuh Rehab Segera





Reporter: Azmy endiyana Zuhri

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/