Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Rata-Rata Jadi Proyek Mangkrak

05 April 2021, 18: 17: 11 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Rata-Rata Jadi Proyek Mangkrak

AMBURADUL: Proyek pembangunan kantor layanan di Desa Kedawong dari BK 2020 hanya mandek pada kegiatan pembangunan pondasi dan tiang cor.

Share this      

JOMBANG - Proyek rehab balai Desa Balongbesuk dan Kewadong, Kecamatan Diwek dari anggaran BK khusus APBD 2020 juga mangkrak. Menyusul pengerjaan gedung hanya berhenti pada pengerjaan tiang pondasi. Padahal bangunan lama sudah dirobohkan. Pemdes berdalih anggaran terlalu minim.

Pantauan Jawa Pos Radar Jombang Minggu (4/4) kemarin, nampak kondisi proyek bangunan pendopo Desa Balongbesuk berhenti di tengah jalan. Pengerjaan terhenti pada pengerjaan pondasi dan beberapa titik tiang cor. Kondisi lantainya pun masih berupa hamparan tanah. Padahal bangunan pendopo yang lama sudah dirobohkan.

Di lokasi tak ditemukan papan proyek terpasang. Saat dikonfirmasi, Mochamad Saifur, Kepala Desa Balongbesuk menyebut bantuan BK khusus di tempatnya digunakan untuk kegiatan pembangunan pendopo desa. Adapun besaran anggaran BK khusus dari APBD 2020 yang diterima desa hanya sebesar Rp 100 juta.

Baca juga: Singgung Beking dan Wibawa Pemerintah

Terkait kondisi gedung pendopo desa yang masih mangkrak itu, disebutnya faktor keterbatasan anggaran.  Sesuai estimasi, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan pendopo desa membutuhkan anggaran mencapai sekitar Rp 400 juta. Sementara dana BK terbatas, sehingga hanya cukup untuk membangun pondasi dan tiang cor. ”Kita hitung, dana total untuk pembuatan pendopo itu harusnya Rp 400 juta. Dananya cukupnya itu, RABnya juga begitu, dan SPJnya kan ya sudah selesai, juga demikian bentuknya,” lanjutnya.

Dia menegaskan, anggaran bantuan BK sudah direalisasikan sepenuhnya. ”Ya memang seperti itu saja bangunannya, memang itu sudah selesai kok pembangunannya,” tandas Saifur.

Ia pun menjelaskan, pemdes awalnya hendak membangun pendopo baru setelah pendopo lama dinilai tidak layak dan dirobohkan seluruhnya. Pembangunan pun mulai dilakukan dengan membuat pondasi baru di atas pondasi pendopo lama. ”Yang lama sudah dirobohkan, karena pendopo lama, peninggalan Belanda,” ungkapnya.

Disinggung kelanjutan pembangunan gedung, dia pun akan berusaha melanjutkan. ”Kalau mau dilanjut pasti, tapi ya cari rejeki dulu, kan tidak boleh pakai DD, bisanya ya pakai BK seperti ini,” pungkasnya.

Kondisi serupa, juga terpantau di Balai Desa Kedawong, Kecamatan Diwek. Desa ini juga mendapat BK dari Kabupaten Jombang sebesar 100 juta. Digunakan untuk kegiatan pembangunan kantor pelayanan desa.

Pantauan di lokasi, kegiatan pembangunan kantor pelayanan desa dari BK terlihat belum tuntas. Hanya terlihat sejumlah bangunan tiang cor berdiri, serta atap dari gavalum. Itu pun kondisinya masih melongo, sehingga lebih terlihat seperti parkiran.

Kendati demikian, bangunan utama terlihat belum dirobohkan. Di lokasi ini juga tak ditemukan papan proyek. Juga sisa-sisa material proyek masih terlihat di lokasi.

Saat dikonfirmasi, Anton Kaharuddin, Kepala Desa Kedawong membenarkan terkait penerimaan program BK khusus dari APBD 2020. ”Kita rencana mau buat ruangan pelayanan, tapi dananya sudah tidak cukup, jadi ya sampai cor itu saja sementara,” terangnya.

Pihaknya juga menjelaskan jika RAB dan SPJ yang dibuat juga mengacu progres pengerjaan di lapangan. Bahkan, pihaknya menyebut sudah mendapat restu dari dinas teknis. ”Kan sudah dikonsultasikan ke PUPR, katanya kalau tidak cukup boleh dipakai seperti itu, ya sudah kita begitukan,” lanjutnya.

Hingga kini, Anton menyebut semua pelayanan juga sudah dipindahkan dari gedung lama itu ke gedung baru yang telah rampung dibuat di sisi selatan pendopo desa. ”Gedung itu sekarang jadi rumah isolasi desa saja buat pasien Covid-19,” terangnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia