22.5 C
Jombang
Saturday, April 1, 2023

Harga Telur Anjlok, Peternak di Jombang Mulai Gusar

JOMBANG – Harga telur ayam broiler di sejumlah pasar tradisional di Jombang, cenderung anjlok. Sempat tembus di angka Rp 30 ribu per Kg pada Agustus lalu. Kini, harga di tingkat peternak hanya Rp 19.500 per Kg.  Hal ini membuat peternak ayam petelur mulai ketar-ketir.

“Sudah dua minggu ini mengalami penurunan harga,” ujar Eko Murdianto salah satu peternak telur asal Bareng.

Dia menyebut, penurunan harga telur itu karena ada operasi pasar yang dilakukan pemerintah. Bahkan dalam operasi pasar itu harga telur ayam hanya Rp 20 ribu per Kg. “Sebenarnya tidak apa-apa melakukan operasi pasar. Hanya saja, harusnya memperhatikan peternak,” ucapnya.

Menurut Eko, harga eceran tertinggi telur broiler Rp 24 ribu per Kg. Sehingga dengan harga jual saat ini hanya Rp 19.500 per Kg,  tentu sangat memberatkan peternak. “Harganya terus turun dari Rp 26 ribu per Kg, menjadi Rp 24 ribu. Sekarang tinggal Rp 19.500 per Kg,” ungkapnya.

Baca Juga :  12 Tahun Menabung, Pasutri Penjual Mainan Anak di Jombang Naik Haji

Padahal menurut pengakuannya, harga pakan peternak masih tinggi Rp 7.000 per Kg. “Kalau di harga Rp 19.500 kami minus Rp 2 ribu per Kg. Kalau harga telur di Rp 24 ribu baru bisa untung Rp 2 ribu per Kg,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang agen telur di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang, Suryo, membenarkan bila harga telur ayam di pasaran cenderung turun. Kini, harga jual Rp 20 ribu sampai Rp 21 ribu per Kg. “Sekitar dua mingguan turun harga,” katanya.

Kendati demikian, dirinya tidak mengetahui pasti penyebab harga telur yang cenderung turun. “Dari peternak di bawah Rp 20 ribu, jadi ya dijual segitu. Kalau turunya sendiri tidak tahu pasti, mungkin karena stok banyak,” tegasnya.

Baca Juga :  Kasus Baru PMK di Jombang Masih Terus Muncul

Setelah harga telur rurun, omset penjualannya sedikit bertambah dibanding sebelumnya. “Waktu harga telur Rp 29 ribu per Kg, hanya terjual 2 kwintal. Sekarang bisa menjual 2,5 kwintal telur,” pungkas Suryo. (yan/bin/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri

JOMBANG – Harga telur ayam broiler di sejumlah pasar tradisional di Jombang, cenderung anjlok. Sempat tembus di angka Rp 30 ribu per Kg pada Agustus lalu. Kini, harga di tingkat peternak hanya Rp 19.500 per Kg.  Hal ini membuat peternak ayam petelur mulai ketar-ketir.

“Sudah dua minggu ini mengalami penurunan harga,” ujar Eko Murdianto salah satu peternak telur asal Bareng.

Dia menyebut, penurunan harga telur itu karena ada operasi pasar yang dilakukan pemerintah. Bahkan dalam operasi pasar itu harga telur ayam hanya Rp 20 ribu per Kg. “Sebenarnya tidak apa-apa melakukan operasi pasar. Hanya saja, harusnya memperhatikan peternak,” ucapnya.

Menurut Eko, harga eceran tertinggi telur broiler Rp 24 ribu per Kg. Sehingga dengan harga jual saat ini hanya Rp 19.500 per Kg,  tentu sangat memberatkan peternak. “Harganya terus turun dari Rp 26 ribu per Kg, menjadi Rp 24 ribu. Sekarang tinggal Rp 19.500 per Kg,” ungkapnya.

Baca Juga :  Masih Ditumpuki Limbah B3, Situs Mbah Blawu Bakal Diekskavasi?

Padahal menurut pengakuannya, harga pakan peternak masih tinggi Rp 7.000 per Kg. “Kalau di harga Rp 19.500 kami minus Rp 2 ribu per Kg. Kalau harga telur di Rp 24 ribu baru bisa untung Rp 2 ribu per Kg,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang agen telur di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang, Suryo, membenarkan bila harga telur ayam di pasaran cenderung turun. Kini, harga jual Rp 20 ribu sampai Rp 21 ribu per Kg. “Sekitar dua mingguan turun harga,” katanya.

Kendati demikian, dirinya tidak mengetahui pasti penyebab harga telur yang cenderung turun. “Dari peternak di bawah Rp 20 ribu, jadi ya dijual segitu. Kalau turunya sendiri tidak tahu pasti, mungkin karena stok banyak,” tegasnya.

Baca Juga :  Penculik Bayi Panti Asuhan Ditangkap, Polisi : Pelaku Diduga Depresi

Setelah harga telur rurun, omset penjualannya sedikit bertambah dibanding sebelumnya. “Waktu harga telur Rp 29 ribu per Kg, hanya terjual 2 kwintal. Sekarang bisa menjual 2,5 kwintal telur,” pungkas Suryo. (yan/bin/riz)






Reporter: Azmy endiyana Zuhri

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/