JOMBANG – Suasana Terminal Kepuhsari di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, begitu lengang. Tak terlihat hingar bingar pemudik yang naik turun di shelter bus terminal.

Seperti pantauan Sabtu kemarin (30/4) pagi, sejumlah orang yang berada di antara selter bus. Mereka tengah menunggu penumpang. Maklum, rata-rata mereka merupakan penarik becak.

Ketika bus berhenti, satu hingga tiga orang turun. Lalu mereka menawari para penumpang. Berikut penumpang yang hendak naik, terpantau sangat jarang. ”Ini oper, mau ke Blitar. Tadi dari Tuban,” celetuk Sutrisno salah seorang penumpang bus.

Sembari menunggu bus trayek ke arah Blitar dia mengatakan, sudah hampir satu jam menunggu bus tujuan yang tak kunjung datang. ”Sudah biasa, sering nunggu lama kalau di Jombang,” imbuhnya kemudian naik ke bus tujuan.

Baca Juga :  Sopir Mengantuk, Bus Tabrak Truk di Tol

Hartono Kepala Dishub Jombang mengakui, area terminal sudah bukan menjadi kewenangan pemkab. Namun, pada mudik dan balik Lebaran kali ini berdasar pertemuan terakhir tak ada teknis perubahan. ”Jadi masih sama, untuk bus besar yang masuk terminal dari barat ke timur atau menuju ke Surabaya. Untuk arah timur atau dari Surabaya masih belum,” bebernya.

Saat ini, di area terminal tidak ada pos penjagaan. ”Teman-teman sekarang ngepos ikut kepolisian, di terminal sudah nggak ada pos. Tapi tetap kita pantau lewat area traffic control system (ATCS) karena dijadwal piket di kantor,” imbuh dia.

Selama mudik ataupun balik Lebaran, lanjut Hartono, sepertinya tidak ada perubahan peningkatan penumpang di Terminal Kepuhsari. Sebaliknya, sebagian besar bus jarak jauh yang semula melalui Terminal Kepuhsari, sekarang beralih lewat jalan tol. Seperti PO Sugeng Rahayu dan Mira jurusan Jogjakarta atau Solo pasti lewat jalan tol. “Jadi tidak angkut penumpang lagi di bawah (jalan nasional, Red),” pungkasnya.

Baca Juga :  PPDB 2022, Pagu SMP naik 102 Siswa





Reporter: Ainul Hafidz