JOMBANG – Lalu lintas di Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) mengalami kenaikan kepadatan yang signifikan, terutama pengguna mobil pribadi. Bahkan, di beberapa jam tertentu, jumlahnya semakin banyak dan berpotensi memicu kemacetan.

Kenaikannya signifikan 20 persen atau mencapai 50 ribu kendaraan,” terang Zanuar Firmanto Kepala Departemen Layanan Jalan Tol PT Astra Infratoll. Hingga kemarin (30/4), kenaikan kendaraan masih didominasi kendaraan pribadi. Besarannya masih mencapai 93 persen dari lalu lintas total di Tol Jomo.”Golongan I atau kendaraan pribadi yang paling banyak,” lanjutnya.

Dari data yang dimiliki, baik jalur yang mengarah ke barat maupun ke timur, seluruhnya mengalami kenaikan. Namun, terpantau kendaraan yang melintas jarak jauh lebih banyak daripada kendaraan yang keluar di gerbang milik Tol Jomo. “30 persen keluar di gerbang kita, 70 persen sisanya menerus. Artinya dari jarak jauh, Solo, Jakarta ke Surabaya yang terbanyak,” tambah dia.

Baca Juga :  Kios Terminal Kepuhsari Dibiarkan Mati Karena Dinilai Tak Berkontribusi

Untuk mengantisipasi lonjakan pengguna tol, sejumlah langkah telah dilakukan. Misalnya dengan penambahan fasilitas untuk pemudik di sejumlah rest area, serta penambahan gerbang layanan pembayaran. “Misal di GT Bandar, biasanya 2 entrance 2 exit, sekarang 3 entrance 4 exit, begitupun gerbang Jombang jika nanti diperlukan juga ada penambahan gerbang layanan,” ujarnya.

Agar tak terjadi penumpukan parah, pemudik yang akan melintas di Tol Jomo diharapkan mengihndari jam padat kendaraan. Yakni mulai sore sampai malam hari. “Biasanya mulai pukul 15.00 sampai 18.00  paling padat, setelah itu melandai meski akan tetap ramai. Justru kalau siang lebih sepi,” pungkas Zanuar