Cegah Kebakaran Hutan di Wonosalam, Komunitas Explore Wonosalam Jombang Tanam Iprik di Bukit Sintok

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 06:06 WIB
DIRAWAT: Zainuddin, 44 bersama anggota komunitasnya saat merawat pohon Iprik yang sudah tumbuh di area bukit Sintok Wonosalam, Agustus lalu.
DIRAWAT: Zainuddin, 44 bersama anggota komunitasnya saat merawat pohon Iprik yang sudah tumbuh di area bukit Sintok Wonosalam, Agustus lalu.

 

JOMBANG - KECAMATAN Wonosalam terkenal akan kekayaan alamnya.

Selain Gunung Anjasmoro, bukit Sintok di kawasan Tahura Raden Soerjo, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, juga menyimpan potensi yang menjanjikan.

Di balik panorama hijaunya, kawasan tersebut juga menyimpan persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian, yakni lahan kritis yang perlahan kehilangan tutupan vegetasinya.

Kondisi sejumlah lahan yang masuk kategori kritis mendorong komunitas pecinta alam Explore Wonosalam turun tangan.

Mereka melakukan rehabilitasi dengan menyiapkan dan menanam bibit pohon di kawasan tersebut.

Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari persiapan menyongsong musim hujan.

Bibit tanaman disiapkan agar bisa segera dikembangkan ketika kondisi cuaca mulai mendukung.

Ketua Explore Wonosalam, Zainuddin, 44, mengatakan, kegiatan penanaman bibit pohon bukan kali pertama dilakukan.

Sebelumnya, komunitas yang berdiri sejak 2017 itu telah menanam berbagai jenis pohon di kawasan Bukit Sintok setiap tahunnya.

Dari tanaman yang sudah ditanam sejak sekitar 2020 hingga 2021, pihaknya kemudian melihat ada beberapa jenis pohon yang ternyata lebih cocok tumbuh di kawasan tersebut.

”Kegiatan persiapan untuk menyongsong musim hujan, kita mencoba bereksperimen tanaman yang kita tanam sekitar tahun 2020, 2021 iku kan sudah besar-besar,” ujar pria yang akrab disapa Udin tersebut.

Dari pengamatan itu, terdapat dua jenis tanaman yang dinilai paling sesuai.

Yakni iprik dan karet kebo atau yang biasa disebut bulu kumbang.

Keduanya kemudian dikembangkan kembali dengan cara dicangkok.

Baca Juga: Bukit Sintok Wonosalam Jombang Terancam Jadi Lahan Kritis Akibat Debit Mata Air Menurun

”Yang cocok di lahan itu memang iprik sama bulu kumbang.

Nah, itu kita kembangkan di lokasi dengan dicangkok,” katanya.

Menurut Udin, tanaman yang sebelumnya telah ditanam kini sudah tumbuh cukup besar.

Karena dinilai cocok dengan kondisi kawasan, jenis tersebut kembali dikembangkan untuk memperluas tutupan vegetasi di lahan yang membutuhkan rehabilitasi.

Bukit Sintok sendiri merupakan bagian dari kawasan Tahura Raden Soerjo.

Lokasinya berada di wilayah Desa Panglungan dan dapat diakses melalui dua jalur, yakni dari Dusun Dampak maupun Dusun Mendiro.

Upaya penghijauan menjadi semakin penting karena kawasan tersebut juga menghadapi ancaman kebakaran saat musim kemarau.

Karena itu, selain menyiapkan bibit untuk musim penghujan, anggota komunitas juga turut memantau kondisi kawasan.

”Memang rawan kebakaran.

Kita datang sambil menyiapkan bibit untuk musim hujan tahun ini kan sambil memantau kebakaran,” jelasnya.

Beruntung, hingga kini kondisi kawasan masih aman.

Kesadaran masyarakat sekitar untuk ikut menjaga lingkungan juga dinilai semakin baik.

”Aman, alhamdulillah aman.

Masyarakat malah sadar,” pungkas Udin. (ang/naz)

Editor : Anggi Fridianto
Bukit Sintok Tahura Raden Soerjo Explore Wonosalam Jombang Wonosalam