JOMBANG -
MUSIM panen cengkeh kembali menyelimuti Lereng Gunung Anjasmoro Wonosalam.
Di tengah aroma khas bunga cengkeh yang mulai dipetik dari pepohonan, petani justru menghadapi kondisi yang tak sepenuhnya menggembirakan.
Menyusul, hasil panen tahun ini menurun cukup drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Endon Siswoyo, petani cengkeh asal Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, mengatakan saat ini harga cengkeh basah berada di kisaran Rp 39 ribu per kilogram.
Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di sekitar Rp 33 ribu per kilogram.
”Alhamdulillah, harga memang naik.
Kalau cengkeh jarang berbuah, harga pasti naik. Tapi kalau panen raya, harga pasti turun.
Baca Juga: Tak Hanya Durian, Wonosalam Kini Punya Ubi Bakar Madu Cilembu yang Diburu Wisatawan
Itu sudah hal biasa bagi saya,” katanya. Bagi petani, fluktuasi harga tersebut memang sudah menjadi bagian dari siklus komoditas cengkeh.
Ketika pasokan berkurang karena produksi rendah, harga cenderung naik.
Sebaliknya, saat tanaman berbuah lebat dan terjadi panen raya, harga biasanya kembali terkoreksi.
Musim panen cengkeh di kawasan Wonosalam sendiri umumnya berlangsung mulai akhir Juli hingga awal September.
Waktu panen dapat berbeda-beda bergantung pada kondisi geografis lahan.
Tanaman yang berada di wilayah lebih rendah biasanya memasuki masa panen lebih awal dibandingkan tanaman di kawasan yang lebih tinggi.
Sementara itu, di tengah melambungnya harga jual, produksi cengkeh di lahannya justru mengalami penurunan cukup signifikan.
Jika pada musim sebelumnya hasil panen bisa mencapai 6-7 kuintal saat seluruh pohon berbuah, tahun ini produksinya hanya sekitar 1-2 kuintal.
”Panen tahun ini menurun drastis jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kalau berbuah semua bisa menghasilkan 6-7 kuintal. Tahun ini hanya sekitar 1-2 kuintal,” ujarnya.
Endon mengelola lahan sekitar 4.500 meter persegi atau hampir setengah hektare.
Di lahan tersebut terdapat sekitar 40 pohon cengkeh.
Dari seluruh pohon itu, tahun ini dia hanya mendapatkan sekitar 2 kuintal cengkeh.
Menurutnya, produktivitas setiap pohon memang tidak sama.
Banyak faktor yang memengaruhi, mulai kondisi tanaman, kesuburan tanah, hingga usia pohon.
Pohon yang masih sehat dan produktif dapat menghasilkan puluhan kilogram cengkeh dalam sekali musim panen.
”Kalau umur pohon di atas 35 tahun dan masih subur, bisa menghasilkan 60 kilogram lebih dalam satu pohon,” jelasnya.
Cengkeh yang ditanam Endon terdiri dari jenis Zanzibar dan cengkeh merah.
Namun, persoalan produktivitas tidak hanya ditentukan oleh jenis tanaman.
Kondisi cuaca yang tidak menentu turut menjadi salah satu faktor yang paling dirasakan petani tahun ini. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto