JOMBANG - Pelaksanaan Wiwit Kopi masyarakat Kampung Adat Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam tahun ini terasa meriah.
Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan tradisi tersebut, mulai tumpengan hingga lomba goreng kopi.
”Tumpengan menjadi sarana kebersamaan antara warga dan mahasiswa KKN UPN Veteran.
Selain itu, lomba goreng kopi juga menjadi cara mengenalkan kopi lokal Segunung kepada masyarakat luas,” jelas Ketua Kampung Adat Segunung Supi’i.
Tradisi kemudian ditutup dengan pembagian dan perebutan hasil bumi yang telah disiapkan.
Baca Juga: Awali Musim Panen, Kampung Adat Segunung Gelar Wiwit Kopi dan Arak-Arakan Hasil Bumi
Bagi masyarakat, kegiatan tersebut bukan sekadar memperebutkan makanan, melainkan simbol berbagi rezeki serta mempererat hubungan antarsesama warga.
Ia menyebut, keterlibatan mahasiswa KKN juga memberikan pengalaman langsung dalam memahami kehidupan sosial dan budaya masyarakat Segunung.
Melalui tradisi Wiwit Kopi, mereka dapat mengenal nilai gotong royong, rasa syukur, serta hubungan harmonis masyarakat dengan alam.
”Melalui kolaborasi masyarakat dan generasi muda, tradisi Wiwit Kopi diharapkan terus dikenal dan dilestarikan tanpa kehilangan nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto