Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Hasil Panen Melimpah, Cengkeh Wonosalam Jombang Ternyata Jadi Sumber Cuan Warga

Anggi Fridianto • Kamis, 25 Juni 2026 | 07:02 WIB

 

DIPANEN: Warga memanen cengkeh di kebunnya kemarin (24/6).
DIPANEN: Warga memanen cengkeh di kebunnya kemarin (24/6).

 

JOMBANG - LERENG Anjasmoro Wonosalam tak hanya dikenal sebagai sentra penghasil durian. Di balik itu, komoditas cengkeh juga mulai menunjukkan potensi besar sebagai sumber penghasilan masyarakat. Memasuki musim panen tahun ini, sejumlah petani mengaku hasil produksi cengkeh cukup melimpah.

Salah satunya dirasakan Totok Hariono, 41, warga Dusun Jarak Krajan, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam. Di lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi miliknya, puluhan pohon cengkeh tumbuh subur dan mulai menghasilkan panen yang menjanjikan. ”Di lahan kami ada sekitar 20 pohon cengkeh. Hasilnya cukup bagus. Per pohon masih bisa menghasilkan sekitar 15 kilogram,” ujarnya.

Menurut Totok, kondisi geografis Wonosalam yang berada di kawasan pegunungan sangat mendukung pertumbuhan tanaman cengkeh. Udara sejuk dan curah hujan yang relatif stabil membuat tanaman dapat berkembang dengan baik sepanjang tahun.

Meski demikian, hasil panen yang melimpah tidak datang begitu saja. Dibutuhkan perawatan rutin agar pohon tetap sehat dan produktif. Pada fase awal pertumbuhan, tanaman cengkeh membutuhkan penyiraman secara teratur, terutama saat musim kemarau. Namun setelah dewasa, kebutuhan air tidak lagi terlalu tinggi kecuali saat terjadi cuaca kering berkepanjangan.

Baca Juga: Tunggakan Gaji 10 Karyawan Akhirnya Klir, Perumda Perkebunan Panglungan Jombang Gunakan Hasil Panen Cengkeh

Selain itu, petani juga rutin membersihkan gulma di sekitar pangkal pohon agar unsur hara tidak terserap tanaman pengganggu. Menjelang musim kemarau, area sekitar tanaman biasanya diberi mulsa organik untuk menjaga kelembapan tanah. ”Perawatan tetap harus dilakukan. Gulma dibersihkan, lalu diberi pupuk kandang yang sudah dikomposkan sekitar pertengahan tahun supaya pertumbuhan tanaman tetap optimal,” jelasnya.

Tak hanya itu, pemangkasan cabang secara berkala juga menjadi bagian penting dalam budidaya cengkeh. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga bentuk pohon, menyeimbangkan distribusi nutrisi, sekaligus merangsang pertumbuhan cabang-cabang produktif.

Bagi petani seperti Totok, cengkeh menjadi salah satu komoditas perkebunan yang mampu memberikan tambahan pendapatan keluarga. ”Dengan perawatan yang tepat dan kondisi cuaca yang mendukung, insya allah cengkeh mampu mendukung perekonomian warga,’’ ujar dia. (ang/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#cengkeh Wonosalam #panen cengkeh #perkebunan Wonosalam #lereng Anjasmoro #Petani Jombang