Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Meski Pemkab Terlanjur Umbar Janji, Huntap Korban Longsor Wonosalam Jombang Tak Kunjung Terealisasi

Ainul Hafidz • Minggu, 1 Februari 2026 | 05:33 WIB
BERBAHAYA: Lokasi tanah longsor di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam dipasang police line dan tak lagi bisa diakses warga.
BERBAHAYA: Lokasi tanah longsor di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam dipasang police line dan tak lagi bisa diakses warga.

RadarJombang.id - Penantian korban tanah longsor di Kecamatan Wonosalam untuk menempati hunian tetap (huntap) masih panjang.

Meski lahan relokasi telah dibebaskan sejak 2025, Pemkab Jombang baru menargetkan pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana longsor 2024 itu pada 2027.

Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Syaiful Anwar mengatakan, pada 2026 pemerintah daerah belum mampu membangun unit rumah.

Tahun ini, anggaran hanya cukup untuk membangun infrastruktur dasar di lokasi huntap.

”Untuk tahun ini, karena anggaran dari provinsi memang tidak ada, kita pembangunan infrastrukturnya saja,” katanya.

Pembangunan huntap direncanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa penyediaan lahan dan infrastruktur pendukung.

Tahap kedua adalah pembangunan unit hunian bagi warga terdampak. ”Untuk huniannya kemungkinan masih 2027. Akan kami usulkan, karena tahun ini belum tercantum di APBD reguler,” ujarnya.

Ia mengakui, dalam rencana awal, pembagian tugas sudah disusun. Pemkab Jombang menyiapkan lahan, sementara pembangunan rumah dibiayai oleh pemerintah provinsi.

Namun skema tersebut batal karena provinsi tidak dapat mengalokasikan anggaran. ”Akhirnya semua dibebankan ke APBD,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Jombang telah membebaskan lahan seluas 2.047 meter persegi yang berlokasi di Dusun Komboh, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam.

Lahan tersebut disiapkan sebagai lokasi huntap bagi korban longsor 2024. Namun hingga kini, realisasi pembangunan fisik rumah belum bisa dimulai.

Untuk diketahui, bencana longsor pertama terjadi pada 7 Februari 2024 di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam.

Peristiwa itu merusak belasan rumah dan memaksa sedikitnya 36 jiwa dari 13 kepala keluarga mengungsi. Wilayah tersebut dinilai tidak lagi aman untuk dihuni.

Sebagai solusi darurat, Pemkab Jombang menyediakan hunian sementara (huntara) menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Namun kondisi itu belum berakhir.

Pada Januari 2025, longsor kembali terjadi di kawasan Wonosalam. Bencana susulan tersebut merusak sejumlah rumah dan menelan dua korban jiwa.

Pascakejadian, sekitar 28 kepala keluarga direlokasi dan hingga kini masih bertahan di huntara sambil menunggu kepastian pembangunan huntap. (fid/naz)

 

Editor : Achmad RW
#relokasi #huntap #longsor #Jombang #korban #Wonosalam