Radarjombang.id - DURIAN lokal Wonosalam tak sekadar buah musiman. Sejak lama, komoditas ini menjadi penyangga perekonomian masyarakat lereng Gunung Anjasmoro.
Ribuan warga menggantungkan penghasilan dari kebun durian, mulai petani, pengepul, hingga pedagang musiman.
Namun, produktivitas durian Wonosalam sejak 2025 mengalami penurunan tajam. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony, menyampaikan luas tanam durian di Kecamatan Wonosalam masih stabil.
Luas panen tercatat sekitar 22.400 hektare pada 2024 dan tetap sama pada 2025. Meski lahan tidak berkurang, jumlah produksi turun drastis.
”Produksi durian Wonosalam pada 2024 mencapai 49.783 kuintal. Tahun 2025 hanya sekitar 2.380 kuintal,’’ ujar dia.
Penurunan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Untuk menjaga keberlanjutan durian Wonosalam, sejumlah upaya dilakukan Dinas Pertanian.
Di antaranya mendorong pelatihan sekolah lapang hortikultura bagi petani durian, menyalurkan bantuan bibit unggul untuk peremajaan kebun, serta memfasilitasi pelepasan varietas durian Mrico ke Kementerian Pertanian.
”Tak hanya itu, identifikasi durian khas Wonosalam juga dilakukan untuk memperkuat branding durian lokal di tingkat nasional,’’ terangnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto