Radarjombang.id - Kearifan lokal warga Kampung Adat Segunung, Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam Jombang tak hanya tecermin dari upaya menjaga alam, tetapi juga dari tradisi sederhana yang menghangatkan kebersamaan.
Dalam setiap kegiatan Permata (Perlindungan Mata Air), warga selalu membawa bekal nasi gulung, makanan tradisional khas Kampung Segunung.
Suyanto, warga Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam mengatakan, bekal yang dibawa bukan makanan instan, melainkan olahan tradisional yang sarat makna. ”Dalam kegiatan Permata ini, kami membawa bekal nasi gulung, nasi khas warga Segunung,” ujarnya.
Nasi gulung tersebut berupa nasi putih hangat yang dibungkus daun pisang, disajikan bersama pepes pindang.
Tak ketinggalan aneka jajanan tradisional turut melengkapi kebersamaan, seperti lemet singkong, nagasari, getuk, hingga beragam olahan singkong lainnya.
Menurut Suyanto, tradisi membawa bekal ini bukan sekadar untuk mengisi perut setelah bekerja di lereng hutan.
Lebih dari itu, makan bersama menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga.
”Bukan hanya soal makan, tapi ini cara kami menjaga kerukunan. Duduk bersama, berbagi makanan, dan bercengkerama,” katanya.
Tradisi tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap kegiatan warga Kampung Adat Segunung.
Di tengah alam Wonosalam yang sejuk, makanan tradisional dan kebersamaan menjadi simbol kuat menjaga mata air juga berarti merawat hubungan antarsesama ”Jadi makanan ini kita siapkan bersama sama dari rumah,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto