Radarjombang.id - PETANI yang tinggal di lereng Gunung Anjasmoro lebih tertarik membudidayakan salak jenis pondoh.
Salah satunya, ditekuni Zaenal Arifin, warga Desa/Kecamatan Wonosalam Jombang yang sejak dulu membudidayakan salak pondoh karena memiliki cita rasa yang manis dan daging yang tebal.
”Ini jenis salak pondoh khas Wonosalam memang dagingnya tebal dan segar serta rasanya manis,” ujar dia sembari merawat tanamannya di kebun, Rabu (15/10) siang.
Di kebunnya seluas 100 x 10 meter persegi, total ada 150 pohon salak yang produktif. Ia menambahkan, tanaman salak merupakan jenis tanaman yang tak kenal musim. Salak bisa dipanen sepanjang tahun asalkan petani rajin merawat.
”Perawatan juga tidak sulit, cukup dialiri air saat musim kemarau dan rutin melakukan pruning agar tanaman mendapat cahaya matahari yang optimal,” jelas dia.
Dalam sekali panen, Zaenal bisa mendapat sekitar 3 kilogram salak per pohon. Artinya, dengan jumlah pohon sebanyak 150 pohon yang produktif, ia bisa mendapatkan 450 kilogram setiap panen. ”Tapi kadang itu tidak menentu, kadang bisa lebih dan juga bisa kurang,” papar dia. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto