VERIETAS alpukat gobang dikenal memiliki rasa gurih dan lembut. Dengan keunikan rasa itu, petani Wonosalam sepakat untuk mendaftarkan varietas tersebut ke Kementerian Pertanian.
Adib Taufani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wonosalam menjelaskan, proses pendaftaran varietas lokal tidak sederhana.
Sebelum dilepas secara resmi sebagai varietas, tanaman harus melalui tahapan PVT terlebih dahulu. Tujuannya untuk memastikan tidak ada kesamaan dengan varietas dari daerah lain.
”Uji kebenaran itu mulai dari bentuk buah, daun, bunga, karakter pohon, sampai warna dan ketebalan daging buah. Jadi benar-benar dipastikan unik,” terang Adib.
Dari ratusan jenis alpukat lokal Wonosalam yang pernah diseleksi, gobang dipilih sebagai yang paling potensial. Awalnya, jenis ini dikenal dengan sebutan WS (Wonosalam) 1 dan 2, sebelum akhirnya disepakati bersama untuk berganti nama menjadi gobang.
”Gobang itu singkatan dari Lego Jombang. Artinya besar tapi tetap identitas Jombang. Nama ini lahir dari kesepakatan bersama,” imbuh Adib.
Dari segi rasa, gobang memiliki cita rasa yang gurih, lembut. Meski demikian, secara branding, gobang masih perlu dipromosikan lebih luas agar bisa sejajar dengan varietas alpukat populer lainnya seperti miki, aligator, kendil, hawaii, markus, hingga hass yang sudah dikenal luas di pasaran.
Saat ini, populasi alpukat berdasarkan varietas terbesar hingga terkecil masih didominasi oleh miki/cimpedak, aligator, kendil-hawaii-markus, hass, rv, kelud, hingga SAB 032.
Namun, keberadaan gobang yang telah lolos PVT memberi harapan baru bagi petani Wonosalam untuk menambah daftar varietas alpukat unggulan asli daerah.
”Kalau nanti sudah semakin dikenal, gobang bisa menjadi pintu untuk promosi alpukat lokal Wonosalam. Harapannya tentu bisa menjadi ikon baru setelah durian,” kata Adib optimistis. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto