Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pesona Eksotis Sungai Boro di Lereng Gunung Anjasmoro: Jernih dan Asri, Cocok untuk Edukasi Lingkungan

Anggi Fridianto • Kamis, 11 September 2025 | 12:48 WIB

 

BERSIH: Sejumlah mahasiswa saat melakukan penelitian pemantauan kualitas air sungai Boro di Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam.
BERSIH: Sejumlah mahasiswa saat melakukan penelitian pemantauan kualitas air sungai Boro di Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam.

 

Radarjombang.id - Bumi Wonosalam kaya akan potensi alam yang masih terjaga. Udara sejuk, hamparan perkebunan kopi dan durian, hingga aliran sungai jernih menjadi ciri khas kawasan yang terletak di lereng Gunung Anjasmoro ini.

Salah satu yang menjadi kebanggaan warga adalah Sungai Boro, sungai yang mengalir membelah hutan di Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang.

Air Sungai Boro jernih, segar, dan relatif belum tercemar. Kondisi ini tidak hanya memberi manfaat bagi warga sekitar, tetapi juga menarik perhatian pemerhati lingkungan. Sungai ini sering dijadikan lokasi penelitian maupun praktik lapangan, khususnya untuk pemantauan kualitas air berbasis ekologi.

Menurut pegiat lingkungan Ecoton, Jofan Ahmad, Sungai Boro masih memiliki kualitas air yang sangat baik. Hal ini dibuktikan dari kegiatan biotilik atau pemantauan kualitas air berbasis keanekaragaman biota sungai yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Dalam uji tersebut, tim menemukan beragam makroinvertebrata dari kelompok EPT (Ephemeroptera, Plecoptera, dan Trichoptera).

Jenis biota ini dikenal sensitif terhadap pencemaran air. ”Kehadiran biota EPT menandakan kondisi perairan Sungai Boro masih terjaga.

Nilai indeks biotilik yang tercatat rata-rata 3,5, menunjukkan kualitas airnya tergolong sangat baik dan belum tercemar,” jelas Jofan.

Ia menambahkan, dalam kegiatan biotilik sering melibatkan masyarakat, siswa hingga mahasiswa. Tujuannya, untuk memberi edukasi guna membangun kesadaran lingkungan.

”Kami mengajak masyarakat melakukan pemantauan kualitas air. Kita ingin menekankan pelestarian sungai dan hutan tidak bisa dipisahkan. Keduanya merupakan satu kesatuan ekosistem yang perlu dijaga bersama,” terangnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat membuka mata masyarakat luas. Menurutnya, Sungai Boro tidak hanya sekadar aliran air, tetapi juga laboratorium alam yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan hidup.

”Dari kegiatan sederhana ini, kami berharap bisa memberikan edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, salah satunya sungai. Kami berharap kegiatan konservasi lingkungan bisa diterapkan di berbagai daerah dengan terus menjaga sumber daya alam,” pungkasnya. (ang/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Ecoton Foundation #rekomendasi wisata alam #sungai #wisata #eduwisata #penelitian #Jombang #Panglungan #perhutani #kecamatan wonosalam #boro #biotilik #ecoton #wisata alam #Wonosalam #Desa