Radarjombang.id - PERTUNJUKAN kesenian barongan hingga kini banyak digemari warga.
Tak ayal, produk barongan jepaplok buatan Tariske Valentine 23, warga Dusun Sanggar, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam laris manis di pasaran.
Pesanan tidak hanya datang dari Jombang, tapi juga luar Jawa.
Tariske mengatakan, harga satu barongan berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 7,5 juta, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan.
Namun, harga itu belum termasuk kostum yang biasanya dipesan terpisah.
Pemesanan datang dari berbagai daerah seperti Jombang, Kediri, Mojokerto, Kalimantan, hingga Sumatera.
”Ramainya di bulan Juni sampai Agustus. Banyak yang butuh untuk pentas. Saya senang, artinya barongan masih dicari dan dihargai,” tuturnya.
Tariske mengaku akan terus melestarikan kesenian barongan. Baginya, budaya harus dijaga, bukan sekadar dikenang.
”Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi? Budaya Jawa itu kaya. Sayang kalau cuma jadi pajangan museum,” pungkasnya.
Barongan jepaplok buatan Tariske tak hanya memperkuat identitas budaya lokal Wonosalam, namun juga menghasilkan cuan lumayan. ”Ya, omzet pada bulan bulan tertentu lumayan,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto