Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Disperta Jombang Catat Areal Tanaman Kopi Capai 1.218 Hektare, Paling Banyak Jenis Robusta

Anggi Fridianto • Kamis, 10 Juli 2025 | 12:35 WIB
PANEN RAYA: Wwarga Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam saat panen kopi, Minggu (6/7).
PANEN RAYA: Wwarga Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam saat panen kopi, Minggu (6/7).

Radarjombang.id - Dari empat varietas kopi yang ditanam di Kecamatan Wonosalam, Jombang varietas robusta tercatat memiliki populasi tanam paling luas. Data Dinas Pertanian, pada 2023 ada 1.218.

Kepala Disperta Jombang M Rony menyampaikan, secara data statistik pada tahun 2023, potensi Luas areal tanaman kopi di Kabupaten Jombang mencapai 2.006 hektare.

”Di antaranya kopi arabica 121 hektare, kopi robusta 1.218 hektare dan kopi excelsa 668 hektare,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (9/7).

Ia menyampaikan, dari total luas areal tanam itu, adapun potensi produksi total mencapai 1.371 ton chery kopi (petik merah). Dengan rincian, arabica 49 ton, robusta 901 ton dan excelsa 420 ton).

”Memang paling banyak robusta mencapai 901 ton,’’ papar dia.
Dalam sejarahnya, kopi arabika dan robusta sudah ada lebih dulu sejak tahun 1800an. Kemudian, pada awal 1900, muncul varietas kopi ekselsa di Wonosalam yang dibawah warga Belanda. ”Saat itu kopi arabika dan robusta nyaris habis terserang penyakit, kemudian ada kopi ekselsa sebagai pengganti itu,’’ jelas dia.

Sementara itu, Harga kopi ose (biji kopi kering) di tingkat petani untuk Robusta grade A yakni mulai Rp 40.000 per kilogram. Bahkan, harga Kopi bubuk di tingkat petani Robusta grade A lebih mahal Rp 150.000 per kilogram. ”Harga jual kopi bubuk memang lebih mahal,’’ pungkasnya. (ang)

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #kopi wonosalam #Potensi Kopi Lokal