RadarJombang.id - Warga yang tinggal di lereng Gunung Anjasmoro Kecamatan Wonosalam Jombang kreatif memanfaatkan peluang.
Salah satunya, dilakukan Wulyoadi, 49, warga Dusun Tukum, Desa/Kecamatan Wonosalam yang berhasil membudidayakan jeruk jenis siam madu dengan memanfaatkan teknik tumpangsari.
Hasilnya, setahun bisa panen dua kali dan produktivitas buah lebih unggul.
Wulyoadi awalnya terinspirasi dengan permintaan buah jeruk jenis Siam madu yang cukup tinggi di pasaran.
Tak mau menyia-nyiakan peluang itu, ia kemudian mulai memanfaatkan lahannya yang selama ini ditanami durian.
”Saya terapkan konsep tumpangsari, jadi selain durian juga ada tanaman jeruk siam madu ini,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (12/2).
Di kebunnya seluas 3.300 meter persegi tersebut, Pak Wul, sapaan akrabnya, menanam sebanyak 300 pohon jeruk dengan mayoritas jenis siam madu.
Belum genap tiga tahun menanam, ia kini sudah panen dua kali. Dari panen kemarin, ia mendapat 5 kuintal jeruk siam madu dengan kualitas unggul.
Baca Juga: Begini Serunya Berburu Durian Masak Pohon di Wonosalam Jombang
”Potensi jeruk siam madu cukup bagus di Wonosalam,’’ jelas dia.
Ia mengatakan, jika dirawat dengan tepat, jeruk jenis siam madu bisa panen dua kali dalam setahun.
Tentu, hasil panen tergantung dari perawatan yang dilakukan serta cuaca selama masa penanaman.
”Bisa panen dua kali asal dirawat dengan baik. Yang pertama tentu saat panen raya hasil lebih baik dibandingkan saat panen kedua,’’ jelas dia.
Jeruk siam madu disukai karena rasanya yang cenderung manis. Warnanya yang kuning cerah juga menambah nilai jual jeruk asal Sumatera Utara ini.
”Jeruk siam madu kan memiliki rasa khas manis mirip madu, dan potensi pasar juga tinggi,’’ papar dia.
Di Wonosalam, mungkin baru ia satu-satunya petani yang menanam jenis jeruk ini.
”Saya belum pernah dengar, ini kita mencoba mengawali dengan membaca peluang di pasar,’’ pungkasnya.
Andalkan Pupuk Organik Kotoran Kambing
Dalam merawat tanaman jeruk siam madu, Wulyoadi, 49, warga Dusun Tukum, Desa/Kecamatan Wonosalam cukup menggunakan pupuk organik.
Selain mudah didapat dan tersedia melimpah di Wonosalam, manfaat pupuk organik juga membuat tanaman lebih subur.
”Dalam hal pemupukan kita menggunakan pupuk organik dari kotoran kambing. Dan memang terbukti bisa menggemburkan tanah,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (12/2).
Ia menyampaikan, pupuk organik sangat mudah didapatkan di wilayah Wonosalam.
Sebagai petani, ia juga memelihara beberapa kambing PE (peranakan etawa).
”Nah, kotorannya kita manfaatkan sebagai pupuk,’’ jelas dia.
Hasil yang didapat, lanjutnya, tanaman lebih subur dan produktivitasnya unggul.
”Alhamdulillah selama ini buahnya lebat dan tahan terhadap serangan penyakit,’’ jelas dia.
Jeruk siam madu hasil budi daya Wulyoadi, dijual ke pasar buah dan para pedagang di sekitar Jombang. Dari petani, ia menjual dengan harga cukup bersaing.
”Harga per kilogram Rp 10 ribu per dari petani dan ini sudah sangat bagus,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW