RadarJombang.id - Dampak positif yang dirasakan warga Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam Jombangdari pengolahan kotoran sapi menjadi biogas adalah hemat pengeluaran setiap bulan.
Ya, Warga Wonosalam Jombang ini tak perlu lagi membeli elpiji yang semakin mahal itu untuk kebutuhan bahan bakar memasak.
Terlebih, dengan jumlah sapi dan kotoran sapi yang melimpah, produksi biogas bisa dimanfaatkan warga setiap hari.
”Ya, karena biogas ini bisa digunakan untuk memasak setiap hari. Sehingga hemat tidak mengeluarkan uang untuk beli elpiji,” ujar Heri, salah satu pengembang biogas di Wonosalam kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Ia mengatakan, api yang dihasilkan biogas juga sama dengan api pada umumnya. Bahkan, bau kotoran sapi tidak tercium saat api dinyalakan.
”Jadi alat penampung kotoran sapi ini harus terus diisi kotoran sapi setiap hari,” papar dia.
Meski demikian, untuk menjaga alat pengolahan biogas tetap awet, ia sering kali membersihkan saluran pada alat yang digunakan.
”Kalau salurannya mampet biasanya saya tusuk pakai kayu biar salurannya lancar lagi,” ungkapnya.
Ia mengaku, sangat terbantu dengan biogas tersebut.
Apalagi, kotoran sapi yang cenderung digunakan pupuk bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih bermanfaat.
Jadi dari kotoran sapi sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi biogas untuk memasak.
Baca Juga: Potensi Kopi di Wonosalam Jombang Melimpah Ruah, Ini Buktinya
"Bisa diterapkan kalau memang niat dan mau melakukan prosesnya setiap hari,” pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW