JOMBANG - Salah satu komoditas perkebunan unggulan yang ditanam banyak petani di Kecamatan Wonosalam adalah kakao.
Selain perawatannya yang mudah, kakao yang merupakan bahan baku cokelat bisa berbuah sepanjang tahun atau bisa dipanen sepanjang musim.
Yang paling penting, adalah harga jualnya juga tinggi.
Kakao paling banyak dibudidayakan petani di Desa Carangwulung.
Di desa ini, para petani memanfaatkan lahan perkebunan dan pekarangan sekitar rumah untuk ditanami kakao.
"Kakao adalah jenis tanaman yang mudah hidup meskipun daerahnya minim air. Dia tetap bisa tumbuh dan berbuah," ujar Sutikno petani setempat.
Di Desa Carangwulung sendiri, kurang lebih ada 1.000 pohon kakao yang produktif, ditambah lagi ada sekitar 400 pohon tanaman yang baru ditanam.
"Sebenarnya kalau di hitung ada 1.000 lebih satu desa ini," jelas dia.
Perawatan kakao bisa dibilang cukup mudah. Petani cukup memberi pupuk secukupnya.
Ditambah melakukan pruning atau pemangkasan dahan dan daun secara berkala.
Idealnya, kakao dapat berbuah lebat jika komposisi daunnya 35 persen dari keseluruhan.
Baca Juga: Sarung Tangan Kulit dari Wonosalam Jombang ini DIjamin Kuat dan Tahan Lama, Begini Cara Pembuatannya
"Kemudin dilakukan pruning agar nutrisi yang disalurkan dapat optimal," jelas dia.
Kakao dapat dipanen sepanjang musim atau setahun tiga kali panen dalam skala besar.
Namun, untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, petani harus melakukan perawatan dengan baik.
Misalnya melakukan penyemprotan terhadap serangga yang menggerogoti buah Kakao.
"Biasanya serangga buah akan menyerang tanaman yang mulai berbuah. Untuk mengatasi hal tersebut petani harus rutin memantau tanamannya," jelas dia.
Dalam mengembangkan budi daya kakao, petani Wonosalam juga sering melakukan anjangsana kebun antarpetani.
Tujuannya untuk bertukar pikiran terkait penanaman kakao dan tanaman unggulan lainnya.
”Ya untuk sekedar berbagi pengalaman, keluhannya apa, kemudian kita evaluasi bersama," pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW