JOMBANG - Sejumlah petani di Kecamatan Wonosalam, Jombang membudidayakan tanaman kapulaga di kebun mereka.
Tanaman kapulaga ini, mendatangkan untung berlimpah karena perawatannya yang mudah dan nilai jualnya yang tinggi di pasaran.
Seperti yang dilakukan Imam Choiril, 33, warga Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam Jombang.
Salah satu petani mengatakan, prospek dari budi daya kapulaga cukup menjanjikan. Ia mulai membudidayakan kapulaga jenis hibrida sejak 2020.
Di lahannya seluas 1 hektare, ia memiliki sekitar 1.000 rumpun pohon yang sudah produktif.
”Saya awalnya tertarik karena kebutuhan pasar cukup tingi. Apalagi budi daya kapulaga cukup mudah dan panen bisa dilakukan sepanjang tahun dengan rentang waktu tiga bulan sekali,’’ ujar dia.
Proses pembudidayaan kapulaga sendiri cukup mudah. Petani cukup menyiapkan lahan yang akan ditanami bibit kapulaga.
Menurutnya, salah satu faktor keberhasilan budi daya kapula tergantung pada pemilihan bibit. Pemilihan bibit unggul dan bagus akan menghasilkan biji yang bagus.
”Jika musim mendukung setiap panen kita dapat sekitar 1 ton. Namun, saat musim kemarau seperti ini, kita bisa mendapatkan 6-7 kuintal,’’ jelas dia.
Selain itu, cara perawatan tanaman juga harus diperhatikan. Agar biji yang dihasilkan bagus, petani harus memberikan pupuk organaik secara rutin.
”Selain itu kita juga harus melakukan pengeprasan terhadap pohon-pohon yang sudah tua,’’ jelas dia.
Salah satu keuntungan budi daya kapulaga adalah bisa dipanen sepanjang tahun.
Penanaman bibit juga cukup dilakukan sekali dan tanaman bisa produktif dalam rentang waktu 10-15 tahun.
”Berbeda dengan tanaman lain yang harus dilakukan penanaman setelah selesai panen,’’ jelas dia.
Kapula sendiri adalah jenis tanaman rempah-rempah yang banyak diekspor ke negara Timur Tengah.
Kapulaga adalah jenis tanaman yang biasa dimanfaatkan untuk obat herbal dan bumbu masak.
”Permintaan di lokal sendiri juga cukup tinggi,’’ tambahnya.
Dalam membudidayakan tanaman kapulaga jenis hibrida. Selain menghasilkan biji yang lebih banyak, jenis hibrida juga tahan terhadap serangan hama.
”Memang jenis ini lebih unggul dibandingkan kapulaga lainnya. Saat ini tantangan kami hanya serangan hama tupai yang biasanya menggrogoti biji yang siap panen,’’ pungkasnya.
(ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW