JOMBANG – Kecamatan Wonosalam dikenal sebagai daerah penghasil komoditas durian unggulan. Selain jenis bido, ada banyak sekali varietas durian yang tumbuh subur di kawasan lereng Gunung Anjasmoro ini.
Bahkan petani di Dusun Segunung, Desa Caranwulung, berhasil membudidayakan durian duri hitam asal Malaysia.
”Sekarang memang bukan musimnya panen raya durian. Sehingga, di kebun kami varietas durian duri hitam berbuah maksimal,” ujar Mushir, 40, pengelola kebun durian Wonosalam kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Baca Juga: Bambu Hitam Jadi Produk Kerajinan Unik nan Estetik di Wonosalam Jombang, Ini Bentuknya
Mushir menerangkan, varietas durian duri hitam berasal dari Malaysia. Karena memilik iklim yang mendukung, durian unggulan asal Negeri Jiran ini berhasil dikembangkan di Wonosalam.
Saat ini, jumlah pohon durian jenis ini sudah mencapai puluhan. ”Kalau jumlahnya ada sekitar 70 pohon dan yang siap berbuah ada sekitar 40 pohon,” terangnya.
Dinamakan durian duri hitam karena pada ujung bagian duri buah ini berwarna hitam. Kemudian, ada duri di bagian pusar durian yang berwarna hitam.
”Dari penampilan luar sangat berbeda dengan durian lain. Begitu juga saat dibuka, warnanya khas oranye dan dan memiliki daging yang tebal,’’ tambahnya.
Dari segi rasa, kata dia, durian duri hitam memiliki rasa yang legit dan tingkat kemanisan lebih tinggi dibandingkan varietas lain.
”Memang rasa manisnya lebih tinggi dibandingkan varietas lain. Bahkan tingkat kemanisan lebih tinggi daripada varietas musangking,” jelas dia.
Dari hasil pengukuran yang dilakukan Mushir menggunakan dengan alat refractometer. Tingkat kemanisan durian duri hitam hasil budi daya di Wonosalam memiliki kandungan brix 39,9 persen.
Angka itu lebih tinggi daripada durian lokal sekitar brix 30 persen. ”Sehingga beberapa penderita diabetes dianjurkan tidak terlalu banyak mengkonsumsi durian ini,’’ jelas dia.
Ia mengatakan, di tanah aslinya durian duri hitam bisa tumbuh subur di ketinggian 680 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Begitu juga di Wonosalam, durian ini bisa tumbuh subur bahkan bisa berbuah di luar musim. ”Di Wonosalam juga bagus, asalkan petani memperhatikan mulai pemupukan, pruning, pengaturan irigasi, drainasenya, dan lain-lain,’’ jelas dia. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW