JOMBANG - Samsiran, warga Dusun/Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam Jombang yang berhasil mengembangkan kopi bacem madu.
Kopi bacem madu buatannya, adalah kopi ekselsa yang difermentasi dengan madu asli Wonosalam menyajikan rasa asam manis yang unik dan khas.
Samsiran sudah menenkuni usaha pembuatan kopi bacem madu selama dua tahun terakhir.
Awalnya, ia terinspirasi kopi cing, kopi legenda masyarakat zaman dulu yang sudah lama dikonsumi warga Wonosalam.
”Suatu hari saya bertamu ke rumah teman saya. Kemudian saya disuguhi kopi cing,” terangnya.
Tidak seperti kopi pada umumnya, kopi cing merupakan kopi yang diolah melalui proses fermentasi kopi dengan air cucian beras.
”Setelah saya coba rasanya unik, ada khas asamnya dari ekselsa juga ada rasa lain yang enak di tenggorokan,’’ ujar dia.
Dari kopi cing itu, ia kemudian terinspirasi untuk menerapkannya dengan madu. Madu ia ambilkan dari hasil penangkaran lebah avis mellifera yang digembalanya. ”Setelah saya coba beberapa kali akhirnya jadi versi kopi bacem madu,’’ ujar dia.
Untuk membuat kopi bacem madu, Samsiran membutuhkan kopi ekselsa yang sudah dijemur sekitar 50 kilogram. Kopi itu kemudian dicampur air 50 liter dan madu 15 kg.
Semua bahan itu kemudian dimasukkan dalam drum plastik besar dan dibiarkan tertutup selama 1 tahun. Setelahnya, butiran kopi yang sudah dibacem dalam drumn ia keluarkan selanjutnya dilakukan penjemuran.
”Setelah setahun, kopi ekselsa itu tidak akan busuk. Justru akan menyatu dengan rendaman madu dan air tadi,’’ jelas dia.
Sesuai yang ia perkirakan sebelumnya, rasa kopi bacem madu memiliki rasa yang khas. Selain ada rasa asam khas kopi ekselsa juga ada perpaduan manis dan pahit dari hasil fermentasi.
Beberapa penikmat kopi menyebut, kopi bacem madu juga melegakan tenggorokan yang serak.”Memang dari rasa dan aroma berbeda. Namun, tidak menghilangkan aroma dan rasa khas dari ekselsa,’’ tandasnya.
Harga kopi bacem madu buatan Samsiran cukup terjangkau. Untuk ukuran 100 gram hanya Rp 30.000. ”Kita menjual dua kemasan, yakni 100 gram itu Rp 30 ribu dan kemasan per kilogram Rp 300 ribu,’’ jelas dia.
Meski baru dua tahun berjalan, kopi bacem madu banyak diminati pelanggan. Tak hanya pelanggan dari lokal Jombang, beberapa pelanggan asal Padang dan Jayapura juga memesan kopi itu. ”Mulai Jawa Timur ini sudah banyak, ke Solo, Padang, Batam, dan juga Jayapura,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW