JOMBANG - Dalam memperingati bulan Suro, warga Kampung Adat Segunung Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam juga melaksanakan tradisi wiwit kopi.
Tradisi itu, ditandai dengan pemetikan kopi di kebun warga. Tradisi ini sudah dilakukan turun-temurun sejak puluhan tahun.
”Wiwit itu artinya kan memulai. Jadi wiwit kopi bisa diartikan memulai awal panen kopi,’’ ujar Ketua Kampung Adat Segunung Supi’i kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (26/7).
Tradisi wiwit kopi ditandai pemetikan kopi yang dilakukan para warga kampung adat. Dua pemetik kopi di barisan depan membawa Sri Dompol alias alat untuk mengambil kopi dari pohon.
Mereka didampingi wanita dengan membawa nampan dengan kain putih bersih. Di belakang mereka, ada warga lain yang membawa tumpeng untuk kenduri di tengah kebun kopi.
”Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas berkah panen raya melimpah,” tambahnya.
Ia mengatakan, potensi penghasilan kopi di Dusun Segunung cukup besar per tahunnya. Dari sekitar 60-70 hektare lahan yang ditanami kopi, setiap panen bisa menghasilkan antara 50-60 ton kopi.
”Di sini jenis yang paling mendominasi adalah jenis robusta. Ada juga varian ekselsa dan arabika namun tidak sebanyak robusta,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW