JOMBANG - Kecamatan Wonosalam, Jombang memiliki banyak potensi unggulan. Salah satunya, budi daya susu kambing etawa yang kini banyak dilirik warga.
Di Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam misalnya, ada puluhan warga yang membudidayakan susu kambing etawa.
Salah satunya, dilakukan Susanto, 31. Ia memiliki sekitar 20 ekor indukan kambing peranakan etawa. Dari belasan ekor indukan itu, setiap harinya bisa menghasilakan sekitar 15 liter susu.
Bahkan, saat indukan dalam kondisi prima, bisa menghasilkan 1,5 sampai 2 liter per hari. ”Kalau asupan makanan bagus dan kondisinya prima bisa sampai 2 liter per hari,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Susanto mulai membudidayakan kambing pearanakan etawa sejak 2019. Kambing ini memiliki banyak keunggulan. Selain bisa diambil dagingnya, peternak kambing peranakan etawa juga bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan susu.
”Di sini ada sekitar puluhan peternak kambing peranakan etawa,” terangnya.
Para peternak kambing juga membentuk kelompok peternak. Untuk penjualan susu, para peternak tidak perlu bingung, pasalnya sudah dibentuk koperasi yang menyalurkan produk susu dari warga ke pabrik.
”Setiap hari dari hasil susu yang disetorkan warga total ada 30 liter yang kita kirim,’’ tambahnya.
Saat ini, per liter susu kambing etawa dijual Rp 17.000 per liter. Harga itu naik dari sebelumnya Rp 16.500 per liter. ”Alhamdulillah, harganya terus naik dan bersaing,” jelas dia.
Susu kambing etawa dipercaya memiliki khasiat yang bagus untuk kesehatan. Selain kandungan nutrisi lebih tinggi, juga memiliki kandungan asam lemak antimikroba yang bisa melancarkan pencernaan.
”Memang dari hasil penelitian menyebutkan jika mengonsumsi susu kambing etawa secara rutin dapat mengobati berbagai macam penyakit, misalnya asam lambung, menurunkan kolesterol, dan mengobati paru-paru. ”Selain itu juga bagus vitalitas pria,” pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW