JOMBANG - Petani di Kecamatan Wonosalam semakin kreatif mengembangkan usaha di bidang pertanian. Salah satunya Abdul Aziz, 40, petani asal Desa/Kecamatan Wonosalam yang tengah mencoba peruntungan mengembangkan usaha pertanian dengan sistem mina padi. Yakni, menggarap sawah selain untuk menanam padi sekaligus dimanfaatkan untuk kolam ikan.
”Ya, ini memang masih dalam tahap pengembangan. Namun, Alhamdulillah berkembang baik. Misalnya indukan ikan nila kini sudah banyak berkembang biak di sawah,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Menurut Aziz, wilayah Wonosalam yang terletak di lereng Gunung Anjasamoro cocok untuk mengembangkan sistem budi daya mina padi. Salah satunya dari ketersediaan air yang melimpah.
Ya, di lahan padinya yang tak sebegitu luas itu, Aziz menanam padi jenis bramu. Terlihat genangan air memenuhi lahan sawahnya itu. Ia kemudian menempatkan beberapa indukan ikan jenis nila, mujair dan tawes.
Dalam kurun waktu sebulan ini, ikan itu sudah beranak pinak. ”Kalau sesuai referensi saya, memang mina padi cocok dikembangkan di daerah pegunungan dengan kondisi irigasi yang lancar dan melimpah,’’ tambahnya.
Menurutnya, banyak keuntungan menerapkan sistem mina padi. Selain bisa mendapatkan hasil panen dobel (gabah dan ikan), petani juga tak perlu banyak mengeluarkan biaya perawatan.
Misalnya, untuk padi cukup menggunakan pupuk organik dari hasil kotoran ikan. Kemudian, ikan juga bisa mencari makan dari mikroorganisme yang ada dalam tanah, seperti cacing, serangga kecil, kecebong dan lain-lain.
”Syaratnya sebelum memulai budi daya mina padi harus menaburkan pupuk bokasi atau pupuk kandang di sawah. Tujuannya, agar tanah subur dan menumbuhkan mikroorganisme dalam tanah,’’ pungkasnya.
Tak Ada Gulma, Minim Perawatan
Usaha pertanian dengan sistem mina padi memiliki banyak kelebihan. Selain bisa mendapat hasil panen dobel, dari hasil ikan dan padi, perawatan lahan padi yang digabungkan menjadi kolam ikan juga minim gulma alias tanaman penganggu.
”Ya kalau pada sawah pada umumnya saat padi usia 1 bulan sudah tumbuh gulma. Tapi alhamdulillah karena ada ikannya jadi tidak tumbuh. Selain jadi makanan ikan, juga kena air terus jadi tidak tumbuh,’’ terangnya.
Di samping mengembangkan sistem mina padi, Aziz juga memanfaatkan lahan kosong miliknya untuk budi daya ikan di kolam terpal. Di pekarangan miliknya, tampak sejumlah kolam terpal yang diisi dengan beberapa jenis ikan.
Mulai nila, mujair dan lele. ”Ya sebenarnya kolam ini nantinya kita gunakan untuk pembesaran bibit ikan yang dari sawah. Karena kalau dicampur berpotensi dimakan ikan lainnya. Makanya kita siapkan kolam pengembangan di sini,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW