Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Buruan ke Wonosalam! Lagi Musim Panen Raya Buah Langsat Lho

Achmad RW • Kamis, 8 Juni 2023 | 13:20 WIB
Petani di Desa Tegalrejo, Kecamatan Wonosalam tengah panen raya buah langsat.
Petani di Desa Tegalrejo, Kecamatan Wonosalam tengah panen raya buah langsat.
JOMBANG – Selain terkenal durian bido, Wonosalam juga memiliki banyak komoditas buah unggul lainnya. Salah satunya adalah buah langsat. Buah yang sekilas mirip buah duku dengan rasa manis dan segar ini banyak dibudidayakan petani Wonosalam.

Seperti terpantau di Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam. Sejak dulu, salah satu desa yang terletak di lereng Gunung Anjasmoro ini jadi sentra pembudidayaan buah langsat. Di desa ini, ada ratusan pohon buah langsat yang dibudidayakan petani.

Dukungan iklim yang cocok serta tanah yang subur menjadikan buah langsat yang dihasilkan dari petani Tegalrejo memiliki kualitas unggul. Selain menjadi penggerak perekonomian warga, buah langsat juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Bagas Satryo Gading salah satu petani buah langsat mengatakan, sejak memasuki Mei kemarin, sejumlah pohon langsatnya mulai panen. ”Ya ini mulai panen. Memang buah langsep (langsat) panen raya saat pertengahan tahun,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (7/8).

Dari sejumlah pohon langsat miliknya yang dipanen, ia menyebut hasilnya cukup melimpah. Sejak dulu, Dusun Tegalrejo memang dikenal dengan kualitas buah langsatnya yang unggul. ”Langsat Tegalrejo berbeda dengan langsat dari wilayah lain, karena dagingnya cenderung lebih tebal mirip buah duku. Bahkan rasanya juga lebih manis dibandingkan langsat dari desa lain,” papar dia.

Keunggulan itulah yang menjadikan buah langsat dari petani Tegalrejo banyak diburu pecinta buah. Bahkan, beberapa pengepul sering mendatangi rumah petani untuk menebas langsat mereka yang siap panen. ”Kebanyakan untuk pemasaran dijual tebasan ke perorangan, kemudian dijual ke pasar-pasar,” jelas dia.

Selain itu, rasa buah langsat yang manis dan segar menjadi daya tarik tersendiri, sehingga buah yang berbentuk bulat dengan warna kulit kuning ini banyak digemari pecinta buah. ”Terlebih kandungan buah langsat saya baca juga baik untuk kesehatan,” bebernya.

Menurut dia, keunggulan langsat Tegalrejo dikarenakan faktor alam dan iklim setempat. Suburnya tanah Wonosalam menjadikan buah langsat tumbuh optimal serta berbuah lebat. Buah yang dihasilkan pun berkualitas. ”Mungkin pengaruh faktor alam juga,” tandasnya.

Perawatan langsat Tegalrejo terbilang cukup mudah. Petani cukup melakukan penyiraman, penyiangan dan pemupukan secara teratur. ”Penyiangan kita lakukan untuk membersihkan tanaman inang yang menempel di pohon, kemudian pemupukan kita lakukan dengan pupuk organik,” pungkasnya.

Dibudidayakan sejak 1960, Kini Ada Ribuan Pohon

Photo
Photo
Petani menunjukkan buah langsat di Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam.

DARI informasi yang berkembang, buah langsat mulai dibudidayakan petani di Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam sejak 1960-an. Seiring perkembangannya, saat ini jumlah pohon langsat yang dibudidayakan petani di Dusun Tegalrejo mencapai ribuan pohon.

Kepala Dusun Tegalrejo Supar mengatakan, budi daya tanaman buah langsat mulai dilakukan warga di wilayahnya sejak 1960-an. ”Kala itu, ada petani setempat yang membawa bibit dari luar daerah kemudian hingga sekarang berkembang jadi ribuan pohon,” terangnya.
Menurutnya, kondisi iklim yang mendukung dan tanah yang subur menjadikan budi daya tanaman buah langsat cepat berkembang pesat. Terlebih buah yang dikenal memiliki rasa yang manis dan segar ini juga memiliki nilai jual yang menjanjikan, sehingga banyak petani tertarik membudidayakan pohon langsat. ”Sekarang ada ribuan pohon, tersebar di sekitar permukiman warga hingga di kebun warga,” imbuh Supar.

Dijelaskan, buah langsat Tegalrejo memang tersohor dengan kualitas buahnya yang unggul. Selain memiliki daging buah yang tebal, rasa buah langsat dari petani Tegalrejo lebih manis. ”Khususnya yang diberongsong pakai kain atau kresek, maka hasilnya lebih manis,” tambahnya.

Harga buah langsat yang dibungkus juga lebih mahal dibandingkan dengan langsat yang tidak diberongsong. Ia mengatakan, di tingkat petani, harga buah langsat yang tidak diberongsong sekitar Rp 6 ribu per kilogram. Sedangkan, kalau yang diberongsong bisa tembus antara Rp 14 ribu – Rp 15 ribu per Kg. ”Ya, lebih manis karenanya lebih mahal,” pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW
#Tegalrejo #Potensi wisata #Jombang #Pertanian #Buah #wonderland wonosalam #Buah langsat #Wonosalam