Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Prospek Budi Daya Kambing PE di Wonosalam Masih Menggiurkan

Achmad RW • Kamis, 13 April 2023 | 14:30 WIB
Sardi, 63, warga Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam membudidayakan kambing peranakan etawa.
Sardi, 63, warga Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam membudidayakan kambing peranakan etawa.
JOMBANG - Usaha budidaya kambing peranaka etawa (PE) masih jadi salah satu sektor usaha peternakan yang menggiurkan. Salah satunya dilakukan Sardi, 63, peternak asal Dusun Tegalrejo, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam ini.

Sardi mulai membudidayakan kambing PE yang merupakan hasil persialangan kambing lokal dan Etawa sejak puluhan tahun. ”Karena di sini ketersediaan bahan makanan untuk kambing melimpah ruah. Baik rumput gajah, maupun rambanan,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Berbeda dengan kebanyakan peternak lainnya, Sardi membuat kandang kambing PE di tengah hutan. Jaraknya cukup jauh dari permukiman tempat tinggalnya. Alasan dia menempatkan kandangnya di tengah hutan adalah masalah akses untuk pakan kambing. ”Kebetulan punya tanah di kebun jadi saya bangun kandang,” jelas dia.

Meski jauh dari tempat tinggal, ia tak pernah mengkhawatirkan keamanan kambingnya. Ia mengaku, sudah puluhan tahun membudidayakan kambingnya di tengah hutan. ”Karena kalau di hutan itu kan membawa pakannya dekat. Saya juga tidak khawatir hilang atau apa karena sudah terbiasa,” jelas dia.

Sardi mengaku, tak ada perawatan khusus untuk kambing PE. Cukup diberi makan tiga kali sehari dan menjaga kebersihan kandang. Harga jual kambing PE juga semakin bersaing. ”Untuk yang saya budi dayakan adalah jenis pedaging. Harganya bervariatif untuk usia 1,5 tahun mulai Rp 3- Rp 4 jutaan. Kalau yang 3 tahun mulai Rp 4,5 juta sampai Rp 5 jutaan,” jelas dia.

Wonosalam Jadi Sentra Budi Daya Kambing

WONOSALAM menjadi salah satu sentra budi daya kambing. Di daerah yang terletak di kaki Gunung Anjasmoro ini, ada 23 ribu ekor kambing dari total 112 ribu populasi kambing di Kabupaten Jombang.

Kepala Dinas Peternakan Jombang Agus Susilo Sugioto mengatakan, di Jombang populasi kambing mencapai ada 112 ribu ekor. ”Jumlah paling banyak ada di Kecamatan Wonosalam dengan total populasi kurang lebih 23 ribu ekor,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dia mengaku, pemkab secara rutin melakukan pembinaan dan pendampingan kepada kelompok ternak dan masyarakat yang membudidayakan kambing. ”Ya pembinaan terus kita lakukan, sehingga populasi kambing semakin bertambah dan membuat ketahanan pangan di bidang ternak semakin unggul,” jelas dia.

Selain itu, pemkab juga telah melakukan vaksinasi terhadap seluruh populasi kambing di Jombang khususnya Wonosalam. ”Ya sesuai instruksi pemerintah pusat untuk hewan ternak meliputi kambing, domba dan sapi dilakukan vaksinasi PMK. Karena populasi kambing di Jombang cukup banyak sehingga ini bentuk pencegahan kami terhadap penularan PMK,” pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW
#Potensi UMKM #Potensi wisata #Peternakan #budidaya #Perekonomian #Inspirasi Usaha #Jombang #wonderland wonosalam #UMKM #Kambing PE #wisata alam #Wonosalam #Destinasi Wisata