”Tanaman basil tumbuh subur di Wonosalam,’’ ujar Afrianto Rahmawan warga Wonosalam, kemarin (7/12).
Ia menyebut, tanaman basil dapat dijumpai di Desa Panglungan dan Desa/Kecamatan Wonosalam. Sebab, warga dari dua desa ini sering memanfaatkan untuk seduhan teh sehari-hari. “Awalnya saya menemukan di Dusun Mendiro, Desa Panglungan, kemudian saya budidayakan di sekitar kedai,’’ tambahnya.
Tanaman dengan nama latin ocimum basilicum ini sudah dimanfaatkan warga untuk seduhan teh sehari-hari. Warga setempat menyebutnya dengan teh kebon. Alasannya, karena tanaman ini banyak ditemui di kebun dan selalu dijadikan bekal petani ketika berkebun. ”Jadi selain digunakan untuk teh, juga digunakan sebagai rempah dan bahan makanan,’’ terangnya.
Untuk bisa menikmati teh daun basil ini proses pembuatannya cukup mudah. Bagian daun yang masih segar direbus hingga matang kemudian diseduh. ”Kalau mau menikmati di sini harus bersabar. Sebab, tanaman yang kami budidayakan terbatas,’’ jelas dia.
Untuk satu teko besar, teh daun basil dijual dengan harga terjangkau. Cukup Rp 20 ribu bisa dinikmati hingga empat sampai lima gelas. ”Ya, sangat terjangkau untuk menikmati seduhan teh ini,’’ tandasnya.
Menurut dia, ada keistimewaan saat menikmati teh daun basil ini. Ketika diseduh, ada aroma segar dari daun basil yang direbus. ”Aroma kuat khas tembakau,’’ pungkas dia.
Banyak Manfaat untuk Kesehatan
TANAMAN daun basil yang tumbuh subur di Kecamatan Wonosalam ini diyakini memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi tubuh. Selain kekebalan tubuh, dengan minum teh daun basil ini juga bisa menambah stamina.
“Jadi manfaatnya untuk kesehatan banyak. Kalau warga sini (Wonosalam, Red) mengakui teh daun basil bisa menambah stamina dan kekebalan tubuh,’’ ujar Afrianto lagi.
Ia meyakini, teh daun basil juga bisa menjadi antibakteri, antioksidan, anti radang dan antijamur untuk tubuh. ”Saya ketika demam, selalu minum teh daun basil yang saya mix dengan bunga telang. Hasilnya bisa menjadi pereda demam,’’ pungkas dia. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW