Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sensasi Kolak Durian Ketan Hijau Wonosalam, Mantap Disantap Saat Hangat

Achmad RW • Kamis, 10 November 2022 | 15:36 WIB
Kolak durian ketan hijau yang dijual Yaduah di Wonosalam
Kolak durian ketan hijau yang dijual Yaduah di Wonosalam
JOMBANG - Durian sudah menjadi ikon produk unggulan Kecamatan Wonosalam. Saking akrabnya bergelut dengan buah durian, sejumlah warga terinspirasi mengembangkan produk olahan berbahan durian. Salah satu yang banyak diburu warga, yakni kolak durian.

Adalah Yaduah, 54, warga Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam berhasil membuat kolak berbahan dasar durian. Untuk rasa jangan ditanya, pastinya siap membuat lidah ketagihan. Terlebih dengan campuran ketan hijau menjadikan rasa kolak durian olahan Yaduah semakin mantap. ”Awalnya coba-coba, ternyata banyak yang suka,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ia terinspirasi membuat kolak durian setelah melihat potensi wilayah Wonosalam sebagai sentra penghasil durian. Tidak hanya itu, kualitas durian Wonosalam juga sudah banyak dikenal di masyarakat secara luas. Sehingga dia mencoba membuat peruntungan mengembangkan buah durian menjadi produk kuliner khas Wonosalam. ”Akhirnya, saya berinisiatif mengolah menjadi kolak durian,” ujar dia.

Kolak durian buatan Yaduah, cukup berbeda dengan kolak durian lainnya. Sebab adanya perpaduan ketan hijau membuat rasanya semakin istimewa. ”Saat musim hujan, jumlah pengunjung justru semakin naik, khususnya saat akhir pekan atau hari libur,” tambahnya.

Jenis durian yang ia gunakan adalah jenis durian lokal. Selain stoknya melimpah, rasanya juga lebih disukai masyarakat. ”Rasa durian lokal asli Wonosalam adalah pahit legit, sehingga dapat diterima semua golongan mulai anak-anak maupun dewasa,” terangnya.

Ditanya bagaimana nasib usahanya saat musim durian sudah berlalu, Yaudah mengaku usahanya tetap bisa berjalan. Dia menyiasatinya dengan menyetok buah durian dalam frezzer, sehingga saat musim panen durian di Wonosalam sudah berlalu, usahanya tetap jalan. ”Jadi seperti sekarang ini, kami menggunakan stok durian yang sebelumnya kami masukan frezzer. Rasanya tetap sama dan tidak berubah,” tambahnya.

Menurutnya, masing-masing orang punya selera berbeda. Namun, sebagian besar pelanggannya mengatakan lebih asyik menikmati kola durian dalam kondisi masih hangat. ”Apalagi kalau musim hujan seperti sekarang kolak durian banyak dicari,” imbuhnya.

Untuk menikmati seporsi kolak durian ketan hijau Wonosalam, pengunjung tak perlu merogoh kocek dalam-dalam.  Cukup Rp 10 ribu rupiah, pengunjung dapat menikmati kudapan lezat itu.  ”Harga kolak durian sangat terjangkau hanya Rp 10 ribu rupiah per-porsi,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Yaduah menyebut, sejak dirintis sekitar dua tahun lalu, usahanya terus berkembang. Jumlah pelanggannya pun terus bertambah seiring kolak durian olahannya kian dikenal masyarakat banyak. ”Pada hari biasa kami bisa menjual 20 hingga 30 porsi kolak durian, namun jika akhir pekan atau hari libur nasional kolak duriannya bisa laku hingga ratusan porsi per hari,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW
#ketan hijau #Potensi wisata #wonderland wonosalam #kuliner #Kolak durian #Wonosalam